KLIK SAJA - Kenaikan batas saham membuka ruang bagi lembaga keuangan untuk menata portofolio lebih dinamis.
IFG menekankan, fleksibilitas ini penting untuk pembiayaan jangka panjang.
Namun, peluang ini harus dibarengi penguatan tata kelola dan seleksi aset yang ketat agar risiko tetap terkendali.
Dengan strategi yang tepat, investor institusional bisa berperan lebih aktif dalam memperdalam pasar modal domestik.
Rencana peningkatan batas investasi saham bagi industri asuransi dan dana pensiun dari satu digit menjadi hingga 20% per emiten membuka peluang fleksibilitas pengelolaan portofolio.
Meski demikian, kebijakan ini menuntut penguatan tata kelola, disiplin manajemen risiko, dan prinsip asset liability matching agar potensi konsentrasi risiko dapat dikendalikan di tengah pasar yang fluktuatif.
Fleksibilitas Investasi untuk Memperdalam Pasar
Kenaikan batas investasi saham memungkinkan lembaga asuransi dan dana pensiun menata portofolio dengan lebih dinamis.
Menurut Kepala IFG Progress, Ibrahim Kholilul Rohman, fleksibilitas ini penting untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan jangka panjang.
Namun, setiap ruang fleksibilitas harus disertai tata kelola yang ketat dan seleksi aset yang cermat.
Baca Juga: Cek Disini! Daftar Tanggal Libur Sekolah Cuti Bersama Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026
Strategi ini diharapkan mampu memperkuat peran investor institusional dalam memperdalam pasar keuangan domestik.
Fokus tidak hanya pada imbal hasil, tetapi juga memastikan risiko tetap terkendali.