KLIK SAJA - Kota Semarang tengah memasuki era baru sistem transportasi publik dengan rencana transisi armada Trans Semarang dari konvensional ke bus listrik sebagai solusi transportasi ramah lingkungan dan lebih modern.
Langkah ini mendapat dukungan dari pemangku kebijakan hingga pengamat transportasi sebagai upaya menjawab tantangan polusi dan layanan publik yang kian meningkat.
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Tengah mendorong Pemerintah Kota Semarang untuk memodernisasi layanan Trans Semarang dengan mengganti armada diesel lama dengan bus listrik.
Langkah ini bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menurunkan emisi polusi di kawasan perkotaan sekaligus menyelaraskan layanan transportasi dengan roadmap elektrifikasi nasional.
Baca Juga: Cek Disini! Daftar Tanggal Libur Sekolah Cuti Bersama Selama Ramadan dan Idul Fitri 2026
MTI menilai transisi ini sebagai momentum emas untuk meningkatkan kualitas layanan publik secara menyeluruh.
Dukungan Penuh Pemerintah Kota dalam Kebijakan dan Regulasi
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang menyatakan dukungan pemerintah terhadap rencana operasional bus listrik, termasuk penyusunan regulasi dan kebijakan anggaran.
Pemerintah kota siap mengawal proses ini agar berjalan lancar dan sesuai target.
Melalui langkah ini, dishub optimistis transformasi layanan akan berjalan lebih berkelanjutan dan sesuai kebutuhan warga.
Peremajaan Armada Lama demi Kenyamanan dan Keberlanjutan
Baca Juga: Apa Saja Amalan Nisfu Syaban? Ini Ibadah yang Dianjurkan Jelang Ramadhan 2026, Ringan dan Bermakna
Rencana ini sekaligus menjadi upaya peremajaan armada lama Trans Semarang yang sudah berusia lebih dari satu dekade.
Bus-bus tua dengan mesin diesel digantikan secara bertahap untuk meningkatkan kenyamanan dan mereduksi gangguan operasional seperti asap hitam serta tingkat kebisingan tinggi.