Pedagang merasa festival ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan penjualan dan memperkenalkan produk mereka.
Banyak warga datang bukan hanya untuk belanja, tetapi juga untuk merasakan suasana khas yang selalu berbeda dari hari biasa.
Bahkan, interaksi langsung antara pemerintah dan pedagang menunjukkan bahwa festival ini benar-benar hidup di akar rumput.
Dugderan bukan tradisi yang dipaksakan, melainkan tradisi yang tumbuh dari partisipasi warga.
Baca Juga: Informasi Jadwal Kapal ASDP KMP Bawal Februari 2026 Rute Bitung – Mangaran – Musi
Anak-anak, keluarga, hingga wisatawan turut menjadi bagian dari perayaan ini.
Semakin besar dukungan publik, semakin kuat pula alasan Dugderan layak diakui sebagai warisan budaya nasional.
Tradisi yang dicintai rakyat seperti ini memang pantas dijaga bersama.***