nasional

Pemkot Semarang Dorong Dugderan Jadi Warisan Budaya Nasional, Tradisi Jelang Ramadan yang Selalu Dinanti

Senin, 9 Februari 2026 | 15:08 WIB
Pemkot Semarang Dorong Dugderan Jadi Warisan Budaya Nasional, Tradisi Jelang Ramadan yang Selalu Dinanti (Instagram )

Nilai toleransi ini menjadi alasan kuat mengapa Dugderan layak disebut warisan budaya, karena ia tidak hanya soal ritual, tapi juga soal harmoni sosial.

Tradisi seperti ini punya kekuatan besar untuk menjaga kebersamaan di tengah perubahan zaman.

Dugderan juga jadi penggerak ekonomi rakyat dan ruang hidup UMKM

Selain aspek budaya, Dugderan punya dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Semarang.

Baca Juga: Informasi Jadwal Kapal KMP Papuyu Periode 8 – 28 Februari 2026 Rute Ulee Lheue – Lamteng – Serapung

Festival ini membuka ruang besar bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil untuk mendapatkan penghasilan tambahan menjelang Ramadan.

Kawasan festival disulap menjadi pasar rakyat yang penuh warna, mulai dari kuliner khas hingga mainan tradisional seperti Warak Ngendog.

Banyak produk lokal yang hanya muncul saat Dugderan berlangsung, sehingga menciptakan daya tarik tersendiri.

Pemkot menata zonasi pedagang agar acara tetap nyaman dan tertib, sekaligus memberi peluang usaha lebih luas.

Dugderan bukan hanya pesta budaya, tapi juga bentuk ekonomi kerakyatan yang hidup di tengah masyarakat.

Karena itulah, pengakuan nasional juga bisa memperkuat keberlanjutan ekonomi warga.

Tradisi yang kuat adalah tradisi yang memberi manfaat nyata bagi rakyatnya.

Baca Juga: Info Sangihe! Jadwal Kapal KMP Porodisa Bulan Februari 2026 Rute Amurang – Pananaru – Kawalasu – Maroreh

Antusiasme warga dan pedagang membuktikan Dugderan masih relevan

Salah satu alasan Dugderan terus bertahan adalah karena antusiasme masyarakat yang selalu tinggi setiap tahunnya.

Halaman:

Tags

Terkini