Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk membawa Dugderan ke level nasional sebagai Warisan Budaya Indonesia.
Wali Kota Semarang menyampaikan bahwa tradisi ini bukan sekadar acara tahunan, melainkan warisan sejarah yang harus dilestarikan secara resmi.
Pengakuan nasional dinilai penting agar Dugderan tidak hanya dikenal sebagai festival lokal, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya Nusantara.
Dengan status warisan budaya, tradisi ini akan memiliki perlindungan lebih kuat dan peluang promosi yang lebih luas.
Pemkot juga ingin memastikan Dugderan tetap hidup dan tidak tergerus zaman.
Langkah ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah menjaga budaya agar tidak sekadar jadi tontonan musiman.
Dugderan diharapkan menjadi kebanggaan Semarang sekaligus kebanggaan Indonesia.
Festival Dugderan membawa pesan toleransi dan keberagaman yang kuat
Dugderan 2026 mengusung tema tentang kebersamaan dalam budaya dan toleransi dalam tradisi, yang terasa sangat relevan dengan karakter Semarang sebagai kota multikultural.
Festival ini bukan hanya ruang hiburan, tetapi juga tempat masyarakat dari berbagai latar belakang bisa berkumpul tanpa sekat.
Dugderan menunjukkan bahwa tradisi bisa menjadi jembatan sosial yang menyatukan warga.
Pertunjukan seni, musik lokal, hingga nuansa tempo dulu memperkaya pengalaman budaya yang ditawarkan.
Banyak pengunjung datang bersama keluarga, anak-anak, hingga wisatawan luar kota untuk menikmati suasana.