KLIK SAJA - Potensi kenaikan tinggi muka air (TMA) di sungai sekitar Bekasi masih terus terjadi hingga akhir Januari 2026.
Pada Rabu malam, 28 Januari, sirine peringatan banjir berbunyi, memicu kepanikan warga yang berlarian ke jalan raya.
Video warga berlari dan berkumpul di jembatan Kali Lengkak viral di media sosial, menjadi bukti langsung bagaimana warga bereaksi terhadap alarm tersebut.
Sirine sempat membuat panik karena terdengar seperti alarm bahaya, sehingga banyak yang mendatangi sungai dan pintu air.
Baca Juga: BRI Perluas Dampak Pemberdayaan Desa melalui Desa BRILiaN dan Klaster UMKM
Kejadian ini menjadi peringatan nyata tentang potensi bencana banjir di wilayah Bekasi.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa sirine memang berfungsi sebagai penanda agar masyarakat selalu waspada.
Bunyi Sirine Diganti Pemberitahuan
Untuk mengurangi kepanikan warga, bunyi sirine peringatan banjir kini diubah menjadi pemberitahuan.
Pada Jumat dini hari, 30 Januari 2026, sirine berbunyi di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara dengan bunyi: “Peringatan, terjadi kenaikan tinggi muka air. Warga diharapkan waspada.
Bunyi ini diulang beberapa kali mulai pukul 02.30 WIB.
Baca Juga: Pegiat Anti Korupsi Kaji Dugaan Pelanggaran Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi
Tujuannya agar masyarakat tetap waspada tanpa panik berlebihan.
Perubahan ini diharapkan membuat respons warga lebih tertib dan fokus pada persiapan menghadapi kemungkinan banjir.