nasional

Di WEF 2026, Dirut BRI Beberkan Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia

Senin, 26 Januari 2026 | 13:17 WIB
Di WEF 2026, Dirut BRI Beberkan Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia (Dok. BRI)

Terlebih, kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital terus meningkat dari waktu ke waktu.

Fintech Pembayaran Dinilai Punya Prospek Cerah di Indonesia

Dengan lebih dari 120 bank yang beroperasi di Indonesia, Hery menilai Fintech berbasis pembayaran memiliki ruang pertumbuhan yang sangat luas.

Banyaknya institusi keuangan membuka peluang integrasi sistem pembayaran lintas platform.

Baca Juga: HOAKS! Kemenkeu Bantah Isu Menkeu Purbaya Ditipu Bank Himbara soal Dana Rp200 Triliun

Fintech pembayaran juga dinilai lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari belanja hingga pembayaran layanan publik.

Hal ini membuat tingkat adopsinya relatif lebih cepat.

Selain itu, karakter masyarakat Indonesia yang adaptif terhadap teknologi menjadi faktor pendukung tersendiri.

Hery menekankan bahwa pemahaman terhadap kebutuhan lokal menjadi kunci agar layanan pembayaran digital bisa berkelanjutan.

Fintech yang mampu membaca pola transaksi masyarakat dinilai akan lebih kompetitif.

Kolaborasi dengan bank pun dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan tersebut.

Fintech Lending Perlu Fokus pada Manajemen Risiko

Baca Juga: Peringati Hari Gizi Nasional, BRI Berupaya Turunkan Angka Stunting

Berbeda dengan sektor pembayaran, Fintech Lending dinilai memiliki tantangan yang lebih kompleks.

Hery menegaskan bahwa aspek manajemen risiko menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

Halaman:

Tags

Terkini