Terlebih, kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital terus meningkat dari waktu ke waktu.
Fintech Pembayaran Dinilai Punya Prospek Cerah di Indonesia
Dengan lebih dari 120 bank yang beroperasi di Indonesia, Hery menilai Fintech berbasis pembayaran memiliki ruang pertumbuhan yang sangat luas.
Banyaknya institusi keuangan membuka peluang integrasi sistem pembayaran lintas platform.
Baca Juga: HOAKS! Kemenkeu Bantah Isu Menkeu Purbaya Ditipu Bank Himbara soal Dana Rp200 Triliun
Fintech pembayaran juga dinilai lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari belanja hingga pembayaran layanan publik.
Hal ini membuat tingkat adopsinya relatif lebih cepat.
Selain itu, karakter masyarakat Indonesia yang adaptif terhadap teknologi menjadi faktor pendukung tersendiri.
Hery menekankan bahwa pemahaman terhadap kebutuhan lokal menjadi kunci agar layanan pembayaran digital bisa berkelanjutan.
Fintech yang mampu membaca pola transaksi masyarakat dinilai akan lebih kompetitif.
Kolaborasi dengan bank pun dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan tersebut.
Fintech Lending Perlu Fokus pada Manajemen Risiko
Baca Juga: Peringati Hari Gizi Nasional, BRI Berupaya Turunkan Angka Stunting
Berbeda dengan sektor pembayaran, Fintech Lending dinilai memiliki tantangan yang lebih kompleks.
Hery menegaskan bahwa aspek manajemen risiko menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan bisnis.