Tradisi berbagi makanan rumahan mulai terlihat di lingkungan kampung Salatiga.
Warga saling mengantar lauk sederhana atau jajanan pasar.
Tidak ada kemasan mewah, semuanya terasa akrab dan bersahaja.
Kegiatan ini menjadi cara menjaga hubungan baik antar tetangga.
Bahkan lintas keyakinan pun sering ikut berbagi.
Dari dapur kecil, kebersamaan menjelang Ramadhan terbangun.
Belanja Kebutuhan Secara Hemat dan Terencana
Warga Salatiga cenderung menyiapkan kebutuhan Ramadhan secara bertahap.
Tidak ada kebiasaan menimbun bahan pokok dalam jumlah besar.
Prinsip hemat dan cukup masih dipegang kuat. Selain menyesuaikan penghasilan, cara ini juga menjaga ketenangan jelang puasa.
Ramadhan dipandang sebagai waktu menahan diri, bukan konsumsi berlebihan. Nilai ini masih terasa kuat di banyak kampung.
Pengajian Kecil dengan Suasana Santai
Pengajian jelang Ramadhan di Salatiga biasanya dilakukan dalam kelompok kecil.