nasional

Miris! Hampir 10.000 Warga Aceh Tengah Masih Terisolasi Hampir Dua Bulan Pasca Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Senin, 19 Januari 2026 | 05:27 WIB
Kondisi Warga Aceh Tengah yang terisolir (promedia)

KLIK SAJA - Sebanyak 9.880 warga Aceh Tengah hingga kini masih hidup dalam kondisi terisolasi, meski 53 hari telah berlalu sejak bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.

Puluhan desa di kawasan pedalaman belum sepenuhnya pulih akibat kerusakan infrastruktur yang parah, terutama pada akses jalan dan jembatan.

Kondisi ini membuat mobilitas warga sangat terbatas dan menghambat berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Aceh Tengah per 17 Januari 2026, ribuan warga terdampak tersebar di lima kecamatan, yakni Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge. Tingkat keterisolasian di wilayah-wilayah tersebut bervariasi, mulai dari akses terbatas hingga tidak dapat dilalui kendaraan sama sekali.

Di Kecamatan Bintang, dua desa hingga saat ini belum dapat dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi paling memprihatinkan terjadi di Kecamatan Ketol, dengan tujuh desa masih terisolasi total, satu desa hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, dan satu desa lainnya baru dapat diakses oleh kendaraan roda dua dan roda empat.

Keterbatasan akses juga dialami warga di Kecamatan Silih Nara, di mana dua desa masih belum dapat dilalui kendaraan. Sementara itu, di Kecamatan Rusip Antara, terdapat empat desa yang aksesnya hanya memungkinkan bagi kendaraan roda dua.

Situasi serupa terjadi di Kecamatan Linge, dengan lima desa yang hingga kini masih bergantung pada jalur roda dua.

Baca Juga: WALHI: Ada Tujuh Perusahaan Penyebab Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Tapanuli, Imbas Eksploitasi Hutan Berlebihan

Secara keseluruhan, tercatat 13 desa yang sama sekali tidak dapat dilalui kendaraan roda dua, serta 21 desa yang belum bisa diakses kendaraan roda empat.

Kondisi ini berdampak langsung pada distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Kepala Diskominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menjelaskan bahwa keterisolasian tersebut disebabkan oleh kerusakan infrastruktur yang cukup berat.

“Terisolirnya desa-desa ini akibat jembatan putus, badan jalan yang amblas, serta jalan yang tertimbun longsor di banyak titik,” ujar Mustafa Kamal, Minggu (18/1/2026).

Meski demikian, upaya penanganan terus dilakukan. Mustafa menyebutkan bahwa alat berat telah diturunkan ke sejumlah lokasi terdampak untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali badan jalan yang tertutup.

Halaman:

Tags

Terkini