KLIK SAJA - Dalam era transaksi non-tunai, penipuan kartu kredit semakin bervariasi.
Modus seperti phishing, skimming, dan social engineering sering menargetkan data pribadi nasabah.
Phishing biasanya mengirim email atau SMS palsu untuk mengambil informasi kartu.
Skimming terjadi ketika data kartu dicuri melalui alat di mesin EDC.
Social engineering memanipulasi korban agar membocorkan informasi rahasia.
Dengan mengenali modus ini, nasabah dapat lebih waspada sebelum bertransaksi.
Waspada sejak dini akan mengurangi risiko penyalahgunaan kartu kredit.
Jangan Bagikan Data Kartu ke Siapa Pun
BRI menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, dan CVV.
Data ini tidak boleh diberikan melalui telepon, SMS, atau email. BRI juga tidak akan meminta OTP dari nasabah untuk alasan apapun.
Baca Juga: Jadwal dan Tarif Kapal Dharma Lautan Utama Rute Balikpapan ke Surabaya Periode 16 – 31 Januari 2026
Memberikan informasi ini dapat membuka celah bagi penipu.
Selalu simpan kartu dan informasi secara aman. Ingat, siapa pun yang meminta data rahasia kartu adalah potensi penipu.