nasional

Alasan Donald Trump Obrak Abrik Geopolitik Amerika Latin: Tidak Semata-mata Hanya Minyak

Kamis, 8 Januari 2026 | 07:28 WIB
ilustrasi Trump serang negara Amerika Latin (berbagai sumber)

KLIK SAJA - Geopolitik kawasan Amerika Latin kembali bergejolak setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan peringatan keras kepada pemerintah Meksiko, Kuba, dan Kolombia.

Trump mengancam bahwa para pemimpin ketiga negara tersebut bisa bernasib sama seperti Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang ditangkap oleh militer AS pada Sabtu (3/1/2026).

Dikutip dari kantor berita Iran, IRNA, Trump kembali menegaskan ancaman tersebut ketika ditanya mengenai implikasi kebijakan luar negerinya terhadap negara-negara tetangga Venezuela.

Dalam pernyataannya, Presiden Kolombia Gustavo Petro disebut sebagai sekutu utama Maduro dan menjadi salah satu target utama tekanan Washington.

Selain Kolombia, Kuba dan Meksiko juga masuk dalam daftar negara yang dianggap bermasalah oleh Trump.

Saat menyinggung Kuba, Trump menyebut negara tersebut berada di ambang kejatuhan. Ia mengklaim berniat “menolong” Havana, meski pernyataannya justru dipandang sebagai bentuk tekanan politik terhadap negara yang selama ini dikenal dengan sikap anti-AS dan simbol cerutu khasnya.

Ancaman lebih keras diarahkan kepada Presiden Kolombia Gustavo Petro. Trump menuduh Petro memiliki keterkaitan dengan setidaknya tiga pabrik kokain besar.

Menurutnya, narkotika asal Kolombia telah diselundupkan ke Amerika Serikat, sehingga ia memperingatkan Petro agar “berhati-hati”.

Baca Juga: 4 Alasan Mengapa Trump Serang Venezuela dan Tangkap Maduro, Salah Satunya Incar Cadangan Minyak Terbesar di Dunia

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga tak luput dari sorotan. Trump menuding negara dengan ibu kota Mexico City tersebut telah dikuasai oleh kartel narkoba, sebuah klaim yang kembali memanaskan hubungan bilateral kedua negara.

Menanggapi pernyataan tersebut, ketiga negara yang sebelumnya mengecam tindakan AS terhadap Venezuela menyampaikan reaksi keras.

Pemerintah Meksiko menilai ancaman Trump berpotensi mengganggu stabilitas kawasan, khususnya Amerika Latin dan Karibia.

Presiden Kolombia Gustavo Petro menegaskan bahwa negaranya berkomitmen pada “perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, serta perlindungan kehidupan dan martabat manusia”.

Sementara itu, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengecam tindakan AS sebagai aksi “pengecut, kriminal, dan bentuk pengkhianatan”.

Halaman:

Tags

Terkini