Warisan pemikiran Raden Bei Aria Wirjaatmadja terbukti mampu melintasi zaman.
Di era digital, BRI melakukan transformasi besar untuk menjawab tantangan baru.
Digitalisasi layanan, penguatan ekosistem UMKM, dan inovasi teknologi perbankan terus digenjot.
BRI juga memperluas akses keuangan hingga pelosok agar tak ada masyarakat yang tertinggal.
Baca Juga: Momen Haru di Posko Pengungsian Banjir Aceh, Anak Kecil Lebih Memikirkan Ibunya
Langkah ini selaras dengan semangat awal pendiriannya yang inklusif.
Teknologi diposisikan sebagai alat pemberdayaan, bukan sekadar efisiensi.
Dengan begitu, perbankan modern tetap berpihak pada ekonomi rakyat.
Jaringan Terluas dan Dampak Nyata di Tingkat Grassroot
BRI kini berdiri sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia.
Hingga akhir September 2025, Holding Ultra Mikro (UMi) telah menjangkau 34,5 juta debitur aktif dan mengelola 185 juta rekening simpanan mikro.
Jaringan fisik dan digital diperkuat melalui ribuan outlet, ratusan ribu e-channel, serta puluhan ribu tenaga pemasar.
Baca Juga: Bikin Hati Hangat, Momen Dua Bocah Pengungsi Aceh yang Bahagianya Cukup Dijawab dengan 'Iya Mau'
BRI juga mengoperasikan 1,2 juta AgenBRILink yang tersebar di lebih dari 80 persen desa di Indonesia.
Model kemitraan ini mencatat ratusan juta transaksi dengan nilai triliunan rupiah.