nasional

Kisah Masjid Taqwa Guo yang Tetap Kokoh Walau Diterjang Banjir Bandang di Padang

Jumat, 12 Desember 2025 | 07:02 WIB
Kondisi Masjid Taqwa Guo yang tengah dibersihkan dari sisa lumpur banjir (radarbi)

KLIK SAJA - Hujan lebat yang mengguyur sekitaran Kota Padang pada akhir bulan November lalu, memicu banjir bandang di sejumlah wilayah, termasuk Kampung Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji.

Derasnya aliran air yang membawa kayu dan lumpur menerjang permukiman warga hingga menyebabkan kerusakan parah.

Sedikitnya 17 rumah dilaporkan rusak, beberapa di antaranya bahkan hanyut terbawa arus pada Kamis (27/11/2025) malam.

Namun di tengah kerusakan itu, Masjid Taqwa Guo justru tampak masih berdiri kokoh. Bangunan utamanya nyaris tidak mengalami kerusakan berarti, hanya menyisakan lumpur yang menempel di bagian dalam dan luar masjid.

Berbeda dengan area tempat wudu dan toilet yang berada terpisah dari bangunan utama—bagian tersebut rusak cukup parah setelah dihantam kayu-kayu besar yang terbawa arus.

Salah seorang warga, Babori (60), mengisahkan momen mencekam saat banjir bandang terjadi.

“Kejadiannya Kamis malam sekitar jam 23.00 WIB. Sebelum banjir, memang ada aliran sungai kecil di sini. Air itu meluap sambil membawa batang kayu tumbang dan menghantam bagian masjid, terutama WC yang letaknya terpisah,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

Baca Juga: WALHI: Ada Tujuh Perusahaan Penyebab Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Tapanuli, Imbas Eksploitasi Hutan Berlebihan

Menurut Babori, ketinggian air pada puncak banjir mencapai sekitar 1,5 meter. Puluhan warga sempat terisolasi selama beberapa jam karena air terus meningkat dan jalur evakuasi tidak bisa dilalui.

“Meluapnya mulai sekitar pukul 12 malam. Sempat surut jam 5 subuh, tapi naik lagi hingga sekitar jam 10 pagi. Setelah itu barulah warga berani melintas,” jelasnya.

Tim penyelamat yang tiba pada pagi hari langsung membantu evakuasi warga dengan memasang tali pengaman agar mereka dapat menyeberang di tengah derasnya arus.

Ketika air mulai surut, warga mendapati masjid dipenuhi lumpur hingga setinggi lutut. Warga bersama relawan kemudian bergotong royong membersihkan seluruh area masjid.

“Ini baru selesai dibersihkan. Empat hari alat berat membantu mengangkut lumpur. Kemarin lumpurnya setinggi lutut. Alhamdulillah, sekarang masjid sudah bersih dan bisa digunakan lagi,” kata Babori.

Hingga kini, warga Kampung Guo masih terus membersihkan sisa material banjir sambil menantikan bantuan untuk perbaikan rumah serta fasilitas umum yang terdampak.

Tags

Terkini