Informasi awal menyebut beberapa mengalami luka ringan, namun tetap harus mendapatkan perhatian medis karena usia mereka masih sangat muda.
Guru yang menjadi korban juga disebut sedang berada dekat barisan siswa saat mobil melaju.
Evakuasi berlangsung penuh ketegangan karena banyak orang tua yang langsung berdatangan setelah mengetahui kejadian.
Situasi ini memperlihatkan betapa rentannya keamanan di lingkungan sekolah pada jam-jam pagi.
Kejadian seperti ini sebenarnya sangat bisa dicegah jika sistem operasional kendaraan lebih ketat.
Program MBG yang Harusnya Solutif Kini Dipertanyakan Keamanannya
Insiden ini bukan hanya soal kecelakaan lalu lintas melainkan soal keselamatan program distribusi makanan pemerintah di lingkungan pendidikan.
Mobil MBG yang seharusnya menjadi bagian dari solusi gizi anak, kini justru menjadi headline tragedi.
Banyak warganet mempertanyakan SOP pengemudi, mekanisme parkir, dan standar teknis pengantaran di sekolah dasar.
Beberapa komentar menyebut bahwa daerah sekolah mestinya zona tanpa kendaraan besar pada jam padat.
Baca Juga: Gua Natal Besar, Pohon Raksasa, Lampu Tematik! Inilah Gereja-Gereja Paling Meriah di Semarang
Program sebesar MBG tentu harus memiliki kualitas pengawasan yang lebih ketat.
Insiden Kalibiru menjadi peringatan, program bagus tanpa sistem keamanan yang ketat bisa berdampak fatal.
Perbaikan harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain.***