“Dorokdok-nya 20 ribu saja,” seru Karina dalam salah satu video. Dari sinilah terlihat bagaimana Epy memilih hidup produktif dan membumi, tanpa gengsi, tanpa jarak.
Keluarga yang Selalu Turun Bersama, Berjuang Bersama
Baik saat berjualan kuliner maupun berkeliling menjajakan Dorokdok, Epy tidak pernah sendirian.
Ia ditemani istri dan anaknya membangun kehidupan lewat keringat, tawa, dan kerja keras.
Kehangatan itulah yang membuat publik merasa dekat, merasa kehilangan, dan merasa bahwa Epy bukan hanya milik layar, tetapi milik hati banyak orang.***