Dari helikopter yang terbatas jam terbang, kapal yang memerlukan waktu tempuh panjang, hingga jalan yang tertutup material longsor semuanya berkontribusi pada lambannya gerak bantuan.
Meski begitu, kerja lapangan terus berlangsung dari TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat.
Tantangan Besar yang Menuntut Kolaborasi Semua Pihak
Krisis bencana di Sumatera bukan hanya persoalan cuaca, tetapi juga soal bagaimana sistem penanganan darurat diuji habis-habisan.
Baca Juga: Informasi Jadwal, Rute dan Tarif Kapal Pelni KM Labobar Periode Desember 2025
Pernyataan Zulhas dan Prabowo menunjukkan bahwa pemerintah bergerak, meski tidak selalu terlihat cepat di mata publik.
Di tengah situasi yang kompleks ini, kolaborasi antar-instansi menjadi kunci.
Pada akhirnya, yang paling dibutuhkan oleh warga terdampak adalah kepastian bahwa bantuan terus bergerak, terlepas dari seberapa sulit medan yang harus ditembus.***