Dengan kontribusi 53,14 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), konsumsi masyarakat tumbuh 4,89 persen.
“Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi 2,54 persen terhadap PDB,” jelas Edy.
Digitalisasi Bantu Percepat Distribusi
Era digital rupanya ikut menyokong keberhasilan program ini.
BPS mencatat transaksi e-commerce naik 6,19 persen secara kuartalan.
Pelaku usaha pangan, termasuk UMKM, kini lebih aktif memanfaatkan platform daring untuk distribusi bahan pangan dan produk olahan.
Hasilnya: makanan bergizi kini lebih mudah menjangkau pelosok negeri.
Dampak Nyata: Lapangan Kerja dan Daya Beli Naik
Tak hanya soal angka, MBG juga memberi napas segar bagi dunia kerja.
Hingga Agustus 2025, jumlah penduduk bekerja bertambah 1,9 juta orang, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,85 persen.
Sektor pertanian dan industri pengolahan menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja baru bukti bahwa program ini bukan sekadar proyek sosial, tapi juga strategi ekonomi jangka panjang.
Baca Juga: Info Penting! Jadwal & Harga Tiket Kapal Pelni KM Leuser Periode November 2025, Lengkap Linknya!
Stabilitas Harga, Fondasi Pertumbuhan Inklusif
Pemerintah terus menjaga stabilitas harga pangan dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter.