Momen kebersamaan antara Presiden dan para pekerja migran ini menjadi simbol kuat hubungan emosional antara pemimpin dan rakyatnya.
Prabowo tampak berbincang santai, menyalami, dan mendengarkan langsung cerita kehidupan para PMI yang penuh perjuangan.
Bagi banyak pekerja migran, pertemuan ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk mereka. Rasa bangga dan haru terlihat jelas di wajah mereka, seolah mendapatkan semangat baru untuk terus bekerja dengan tekun di negeri orang.
Bagi Martinus, perhatian tulus Presiden terasa sangat personal dan hangat. Ia mengaku tersentuh karena merasa seperti dikunjungi oleh sosok ayah sendiri.
“Saya sangat terkesan dengan pertanyaan Bapak Presiden. Beliau seperti sosok seorang bapak bagi kami. Kami memang merindukan ayah,” ucapnya dengan haru.
Martinus menilai kehadiran Presiden Prabowo membawa semangat dan perhatian nyata bagi para pekerja migran yang selama ini berjuang jauh dari keluarga.
Ia menyebut momen itu sebagai kesempatan langka yang akan selalu diingatnya.
Baca Juga: Laba BRI Tembus Rp41,2 Triliun, Komitmen Perkuat UMKM dan Program Ekonomi Rakyat Terus Ditingkatkan
“Saya merasa bangga, karena ini kesempatan yang sangat langka bisa menyapa langsung Bapak Presiden,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Martinus berharap agar ke depan Indonesia bisa menjadi negara yang kuat di bidang industri seperti Korea Selatan, sehingga masyarakat tidak perlu pergi jauh ke luar negeri untuk mencari penghidupan yang layak.
“Harapan saya, semoga bangsa kita bisa menjadi bangsa industri seperti Korea,” harapnya.***