Seiring waktu, kehadiran AgenBRILink miliknya pun semakin dipercaya warga.
Jumlah nasabah yang datang pun terus bertambah, dari yang awalnya hanya beberapa orang per hari menjadi puluhan.
Terlebih, kampung Nawa Mulia yang dikenal sebagai salah satu sentra perkebunan kakao terbaik di Kabupaten Jayapura, membuat Irnaeni semakin percaya diri bisa dekat dengan warga dan memahami kebutuhan mereka, terutama para petani kakao yang menjadi pelanggan tetapnya.
“Banyak di antara mereka yang menggantungkan hidup pada hasil kebun, dan kehadiran AgenBRILink sangat membantu transaksi agar dapat berjalan lancar setiap musim panen,” ujarnya.
Lebih lanjut, selain melayani kebutuhan transaksi masyarakat sehari-hari, Irnaeni juga tergerak untuk memberdayakan para ibu di kampungnya yang memiliki semangat dan keterampilan, namun belum memiliki sarana untuk mengembangkan usaha.
“Kami berupaya membantu ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di kampung ini agar bisa mengolah hasil kebun menjadi keripik, tempe, dan noken (tas anyaman khas Papua). Untuk transaksi seperti transfer, kami bantu melalui layanan AgenBRILink, sedangkan pemasarannya kami dukung dengan menitipkan produk-produk tersebut di warung sekitar kampung maupun di pasar terdekat,” ujarnya.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa kisah Irnaeni menunjukkan peran penting AgenBRILink dalam membuka akses layanan keuangan sekaligus mendorong semangat pemberdayaan dan gotong royong di tingkat masyarakat.
“Melalui jaringan AgenBRILink, BRI menghadirkan layanan transaksi perbankan yang mudah dijangkau dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal untuk tumbuh dan mandiri bersama. Inilah bentuk nyata peran BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” ujar Akhmad.***