nasional

Irjen Pol Midi Siswoko dan AM Putut Prabantoro Sepakat Integritas dan Center of Gravity Kepolisian Ada pada Nilai-Nilai Dasar

Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:56 WIB
Irjen Pol Midi Siswoko dan AM Putut Prabantoro Sepakat Integritas dan Center of Gravity Kepolisian Ada pada Nilai-Nilai Dasar (Konsultan Komunikasi Strategis AM Putut Prabantoro saat menyampaikan pembekalan pada Acara Pembekalan Penulisan Manuskrip sebagai Tugas Akhir Pasis Akpol Angkatan 57, di Auditorium Paramartha Akpol, Semarang, Senin (20/10/2025).)

Irjen Pol Midi Siswoko menyebutkan ada tiga unsur Filsafat Kamera dan Prinsip Manajemen Media Polri yang perlu dipahami.

Yakni, Lensa yang mewakili Perspektif, Aperture yang berarti Transparansi dan Kecepatan, serta Fokus yang berkaitan dengan Integritas dan Konsistensi.

Media dan publik punya lensa, begitu pun polisi punya lensa sendiri.

Masalah muncul karena polisi jarang berusaha memahami fokus orang lain.

Baca Juga: Menembus Angka Sulit 60%: Poltracking Catat Tingkat Kepuasan Publik 57,4% Atas Kinerja Ekonomi Pemerintahan Presiden Prabowo Selama Setahun

Maka, manajemen media dimulai dari kemampuan memahami perspektif.

“Publik tidak melihat polisi sebagaimana polisi melihat dirinya, tetapi sebagaimana mereka mengalami polisi dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, jagalah kejernihan lensa moral dan intelektual kita, agar masyarakat pun dapat melihat Polri sebagaimana mestinya,” ucapnya.

Aperture mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke sensor. Terlalu tertutup, gambar gelap, terlalu terbuka silau.

“Begitu pula dengan komunikasi publik Polri. Kita harus tahu kapan membuka diri dan kapan menahan diri. Transparansi tidak berarti membuka semua hal, tetapi memberi cukup cahaya agar publik tetap percaya,” katanya.

Kecepatan informasi Polri, tandas Irjen Pol Midi, bukan semata persoalan teknologi, tetapi juga tingkat kepercayaan yang dimiliki publik terhadap sumbernya.

Polri tidak harus berbicara paling cepat, tetapi harus berbicara paling bisa dipercaya.

Selanjutnya, kamera secanggih apa pun tidak berguna jika fokusnya kabur.

Baca Juga: Menkeu RI Soroti Geliat Pemulihan Ekonomi, Bukti Recovery Muncul dari Peningkatan Permintaan Sambungan Listrik di Berbagai Daerah

Begitu pun ilmu, jabatan, dan teknologi seorang perwira tak berarti kalau fokus moralnya goyah.

“Kita tidak bisa mengendalikan semua pemberitaan, tapi apa yang kita lakukan, dan itu akan selalu terekam. Kekuatan Polri bukan terletak pada kemampuan mengontrol media, tetapi pada kemampuan membangun makna yang dipercaya publik,” ucapnya.

Halaman:

Tags

Terkini