nasional

Demi Perkembangan Optimal Anak, Kemenko PMK Siapkan Program 'Pelita' untuk Integrasi Data Bakat dan Kondisi Psikologis Siswa

Kamis, 9 Oktober 2025 | 13:20 WIB
Demi Perkembangan Optimal Anak, Kemenko PMK Siapkan Program 'Pelita' untuk Integrasi Data Bakat dan Kondisi Psikologis Siswa

KLIK SAJA - Kemenko PMK sedang mengembangkan sebuah program nasional unggulan di sektor pendidikan yang disebut Edukasi Unggul.

Program ini berfokus pada upaya memperkuat data dan profil potensi yang dimiliki oleh anak-anak di Indonesia.

Inisiatif utama di dalam program tersebut adalah Pelita, singkatan dari Potensi Literasi Numerasi Anak Indonesia.

Pelita merupakan sebuah platform data terpadu yang dirancang untuk memetakan secara komprehensif kemampuan anak, yang meliputi literasi, numerasi, minat, bakat, serta kondisi psikologis mereka, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Baca Juga: Jadwal dan Tarif Kapal Dharma Lautan Utama Rute Balikpapan ke Surabaya Per Tanggal 10-31 Oktober 2025, Cek Info Lengkapnya!

Prof. Ojat Darojat, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, menjelaskan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki profil yang jelas.

Dengan gambaran yang rinci mengenai bakat, minat, kemampuan dasar, dan aspek psikologis, pemerintah dapat mendukung dan mengawal perkembangan setiap anak agar sesuai dengan potensi terbaiknya.

Beliau juga menambahkan bahwa saat ini, data pendidikan anak di Indonesia masih terpisah-pisah dan tersebar di berbagai sistem yang berbeda, seperti EMIS (Kementerian Agama), serta Dapodik dan Asesmen Nasional (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah).

Akibatnya, pemerintah kesulitan membangun gambaran utuh tentang potensi dan perkembangan anak.

“Kami ingin menyatukan semuanya agar pemerintah punya dashboard nasional anak Indonesia yang terintegrasi,” katanya.

Melalui platform Pelita, setiap anak nantinya akan memiliki profil potensi individual yang dapat diakses lintas kementerian dan lembaga pendidikan.

Baca Juga: Kemenko PMK Tegaskan Digitalisasi Pembelajaran Jauh Lebih dari Sekadar Proyek Bagi-Bagi Smartboard

Sistem ini juga diharapkan membantu mengidentifikasi anak-anak berbakat (gifted) dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapat akses ke pendidikan unggulan.

“Ada banyak anak pintar di daerah, tapi tidak terpantau. Kita ingin memastikan anak-anak gifted tapi miskin juga bisa melanjutkan sekolah ke jenjang terbaik, bahkan sampai perguruan tinggi kelas dunia,” tegas Prof. Ojat.

Halaman:

Tags

Terkini