KLIK SAJA - Presiden Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan kunjungan kenegaraan maraton selama satu minggu ke empat negara strategis.
Rangkaian lawatan diplomatik ini dimulai pada tanggal 19 September 2025 dan berakhir pada hari Jumat, 26 September 2025, di Belanda, sebelum Kepala Negara bertolak kembali ke Indonesia.
Menurut keterangan resmi dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, keseluruhan agenda kunjungan berjalan sukses dan menghasilkan capaian penting bagi Indonesia.
Seskab Teddy menjelaskan bahwa perjalanan tersebut memiliki jadwal yang sangat padat, mencakup pembahasan mengenai berbagai bentuk kerja sama mulai dari bidang ekonomi, politik, hingga kebudayaan.
Urutan kunjungan tersebut meliputi empat negara: pertama, Jepang, diikuti oleh Amerika Serikat (AS), kemudian Kanada, dan diakhiri di Belanda.
Keberhasilan dalam lawatan ke empat negara maju ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan signifikan terhadap kepentingan nasional Indonesia di panggung global.
Lantas, apa hasil dari kunjungan kenegaraan tersebut? Berikut ulasannya:
Jepang: Komitmen Investasi Rp380 Triliun
Di Jepang, Presiden Prabowo menghadiri Expo Osaka 2025 dan mengunjungi Paviliun Indonesia.
Menurut laporan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, keikutsertaan Indonesia pada ajang lima tahunan itu berhasil mencatatkan komitmen investasi senilai 23,8 miliar dollar atau setara Rp380 triliun.
Amerika Serikat: Pidato Perdana di PBB
Agenda berlanjut ke AS, di mana Prabowo untuk pertama kalinya menyampaikan pidato sebagai Presiden RI dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.