Dalam forum internasional tersebut, Prabowo juga menegaskan pentingnya menolak doktrin ‘si kuat dan si lemah’ yang kerap menimbulkan ketidakadilan global.
"Yang kuat melakukan apa yang mereka bisa. Yang lemah menanggung apa yang harus mereka tanggung. Kita harus menolak doktrin ini. Perserikatan Bangsa-Bangsa ada untuk menolak doktrin ini," ucapnya.
Seruan untuk Palestina
Presiden RI itu juga menyoroti tragedi kemanusiaan yang terjadi di Palestina, khususnya di Gaza. Prabowo menggambarkan penderitaan rakyat Palestina akibat konflik yang berkepanjangan.
"Akankah tak ada jawaban atas jeritan mereka? Akankah kita mengajari mereka bahwa umat manusia mampu menghadapi tantangan ini?" tanya Prabowo.
Purnawirawan TNI Angkatan Darat itu pun menegaskan kembali posisi Indonesia yang mendukung solusi dua negara.
"Saya ingin kembali menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara di Palestina. Kita harus memiliki Palestina yang merdeka," tutur Prabowo.
"Namun kita juga harus, kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keselamatan serta keamanan Israel," imbuhnya.
Siap Kirim Pasukan Perdamaian
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian di bawah mandat PBB, termasuk ke Gaza.
"Indonesia siap untuk mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih putra-putri kami untuk membantu mengamankan perdamaian di Gaza atau di tempat lain," papar Prabowo.
Kesiapan itu juga mencakup wilayah konflik lain, seperti Ukraina, Sudan, dan Libya. Bahkan, Indonesia menyatakan siap berkontribusi dalam bentuk bantuan finansial.
"Tidak hanya dengan putra-putri kami, kami juga bersedia memberikan kontribusi finansial untuk mendukung misi besar mencapai perdamaian oleh PBB," tambahnya.