nasional

Pendeta Paulus Kariso Rumambi dan Hening Parlan Teken MoU, Jalin Kolaborasi untuk Gerakan Lingkungan di Lingkup GPIB

Kamis, 18 September 2025 | 13:11 WIB
Pendeta Paulus Kariso Rumambi dan Hening Parlan Teken MoU, Jalin Kolaborasi untuk Gerakan Lingkungan di Lingkup GPIB (Instagram)

Ia menegaskan, transisi energi bukan semata soal teknis, tetapi perubahan pola pikir.

“Net zero tidak hanya soal listrik, tetapi juga mengurangi sampah dan mengubah kebiasaan yang tidak ramah lingkungan,” ujarnya.

Komitmen Gereja Publik

GPIB, melalui kemitraan ini, menegaskan dirinya sebagai gereja publik yakni gereja yang tak hanya berfokus pada ruang ibadah, tetapi juga menjawab pergumulan masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga: Khalid Basalamah Tegaskan Dirinya Korban Korupsi Kuota Haji Khusus

“Gereja tak bisa menutup mata. Kerusakan lingkungan adalah krisis moral. Melalui kerja sama ini, kami ingin memberi teladan bahwa menjaga bumi adalah bagian dari pelayanan kasih,” ujar Pdt. Manuel E. Raintung, Ketua II Majelis Sinode GPIB Bidang Gereja, Masyarakat, Agama-Agama, dan Lingkungan Hidup (GERMASA-LH), yang juga hadir dalam acara penandatanganan MoU tersebut.

Pdt. Manuel menambahkan, sinergi dengan GreenFaith sudah terjalin sejak lama melalui bidang GERMASA.

Dalam waktu dekat, GPIB juga akan meluncurkan buku lingkungan.

Bahkan, salah satu pendetanya, Meilani, kini tengah menempuh studi doktoral di bidang ekologi.

Pertemuan itu juga mengungkapkan komitmen GPIB untuk menjajaki kerja sama menuju target net zero emission, antara lain lewat audit energi, penurunan konsumsi energi, dan penggunaan panel surya.

Luwi Liliefna, Bendahara I Majelis Sinode GPIB, menyampaikan gagasan penyusunan buku panduan praktis bagi rumah ibadah untuk mengurangi emisi.

“Mulai dari aktivitas rendah emisi, penanaman pohon, hingga perhitungan emisi yang seimbang,” katanya.

Baca Juga: Terungkap di Persidangan, Ketua Majelis Hakim Akui Terima Suap dan Gratifikasi dalam Kasus Korupsi Ekspor CPO

Hening, yang juga memimpin gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah, menyambut baik rencana tersebut.

Ia menjelaskan pengalaman serupa sudah digerakkan di masjid, sekolah, dan pesantren.

Halaman:

Tags

Terkini