nasional

BNI Siap Jalankan Perintah Menkeu ‘Koboy’ Purbaya Salurkan Dana 55 Triliun Ke UMKM dan Pembiayaan Hijau

Minggu, 14 September 2025 | 21:37 WIB
ilustrasi Menkeu Purbaya dan BNI (berbagai sumber)

KLIK SAJA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan kesiapannya mengoptimalkan penempatan dana excess reserve sebesar Rp55 triliun dari pemerintah yang dialokasikan melalui kebijakan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa dana segar ini akan difokuskan pada sejumlah sektor prioritas, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), infrastruktur, energi terbarukan, serta pembiayaan hijau.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif sekaligus mendukung agenda pembangunan jangka panjang pemerintah.

“Penempatan dana ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada BNI. Dengan tambahan Rp55 triliun, kapasitas pembiayaan kami akan semakin besar untuk mendukung sektor-sektor produktif,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Minggu (14/9/2025).

Okki menambahkan, BNI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah agar implementasi kebijakan ini berjalan efektif, mengingat dana yang digelontorkan tidaklah sedikit.

Selain itu, perseroan menegaskan tetap menjunjung prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Percaya Diri Pertumbuhan Bisa Capai 7 Persen: Sesumbar atau Keniscayaan?

“BNI optimistis dapat meningkatkan kontribusi dalam mendanai proyek strategis nasional sekaligus memperkuat pemulihan ekonomi Indonesia. Semua proses pembiayaan akan dijalankan secara selektif, transparan, dan dilaporkan secara berkala kepada Kementerian Keuangan,” imbuhnya.

Reaksi Cepat Purbaya, Langkah Koboy yang Patut Apresiasi

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memastikan penempatan dana segar Rp200 triliun kepada bank-bank milik negara (himbara).

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) tertanggal Jumat (12/9/2025), dana sebesar Rp55 triliun masing-masing digelontorkan ke BNI, BRI, dan Bank Mandiri. Sementara itu, BTN menerima Rp25 triliun dan Bank Syariah Indonesia mendapat Rp10 triliun.

Langkah reaksi cepat yang ditempuh Purbaya—yang kerap dijuluki sebagai “menteri koboy” karena gaya blak-blakan dan tegasnya—patut diapresiasi.

Kebijakan penempatan excess reserve sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke bank himbara diyakini akan menjadi pemantik penting dalam menggerakkan kembali ekonomi grass root, terutama sektor UMKM yang selama ini tertekan akibat stagnasi ekonomi.

Tak ayal, semenjak Menteri Purbaya putuskan penempatan dana excess reserve, nilai pasar bank-bank Himbara langsung naik di IHSG.

Halaman:

Tags

Terkini