nasional

Mengenal Charlie Kirk, Tokoh Konservatif Sayap Kanan Jago Debat Asal AS yang Ditembak Mati di Depan Publik

Jumat, 12 September 2025 | 18:11 WIB
Sosok kontroversial Charlie Kirk yang telah berpulang (bitcoin)

Ia sempat menempuh pendidikan di Harper College, namun kemudian memutuskan untuk keluar demi menekuni dunia aktivisme politik secara penuh.

Keputusan itu dipengaruhi oleh Bill Montgomery, seorang tokoh gerakan Tea Party yang menjadi mentornya.

Pada tahun 2012, Kirk mendirikan TPUSA, organisasi mahasiswa konservatif yang berkembang pesat berkat dukungan para donatur besar, termasuk pengusaha Foster Friess.

Ekspansi dan Kontroversi

Di bawah kepemimpinan Kirk, TPUSA meluncurkan berbagai inisiatif kontroversial, seperti Professor Watchlist dan School Board Watchlist, yang dituduh sebagai upaya untuk menekan, bahkan membungkam, dosen dan pendidik dengan pandangan yang berseberangan.

Pada tahun 2019, Kirk mendirikan Turning Point Action, sebuah sayap advokasi politik yang lebih agresif.

Ia juga berkolaborasi dengan pendeta Pentakosta Rob McCoy untuk membentuk Turning Point Faith, gerakan yang bertujuan menggerakkan komunitas religius dalam isu-isu konservatif.

Kirk juga dikenal sebagai pembawa acara The Charlie Kirk Show, sebuah program radio bincang-bincang berhaluan konservatif.

Kedekatannya dengan Donald Trump menjadikannya salah satu tokoh kunci dalam menyuarakan agenda politik sayap kanan dan gerakan pro-Trump.

Namun, Kirk kerap menuai kontroversi. Ia menentang regulasi senjata, aborsi, serta hak-hak LGBTQ.

Ia juga mengkritik Civil Rights Act 1964 dan tokoh legendaris Martin Luther King Jr.. Lebih jauh, Kirk gencar menyuarakan nasionalisme Kristen, menyebarkan informasi keliru terkait COVID-19, mempopulerkan teori konspirasi Great Replacement, serta menyebarkan klaim palsu mengenai kecurangan pemilu 2020.

Akhir Hidup yang Tragis

Pada 10 September 2025, Charles Kirk tewas ditembak saat berbicara dalam sebuah acara TPUSA di kampus Utah Valley University.

Tragedi itu terjadi ketika ia tengah menghadiri rangkaian American Comeback Tour di meja khasnya, Prove Me Wrong, yang menjadi salah satu ciri khas penampilannya di ruang publik.***

Halaman:

Tags

Terkini