Delapan tokoh ini berkumpul dalam sebuah rapat yang diadakan di rumah Adang Kadarusman di Jalan Menteng Dalam, Jakarta. Pertemuan itu diadakan pada 11 September 1945, hanya beberapa minggu setelah kemerdekaan diproklamirkan.
Dalam rapat tersebut, mereka dengan bulat bersepakat untuk mendirikan sebuah stasiun radio baru yang akan menjadi corong suara bagi Republik Indonesia.
Mereka juga secara aklamasi menunjuk seorang dokter sekaligus tokoh penyiaran, Dr. Abdulrahman Saleh, sebagai pemimpin umum pertama RRI.
Dengan penuh semangat, RRI mulai menyiarkan berita-berita tentang kemerdekaan yang disiarkan oleh kantor berita Antara.
Baca Juga: RRI Luncurkan Logo Baru di HUT Ke-80, Simbol Komitmen Mendukung Persatuan dan Kesejahteraan Rakyat
Melalui gelombang udara, RRI menyiarkan suara Bung Karno dan Bung Hatta, mengabarkan kepada seluruh rakyat bahwa Indonesia telah merdeka.
RRI menjadi media yang berani menantang propaganda lawan dan menjaga semangat nasionalisme tetap berkobar.
Peran RRI yang tak kenal lelah dalam menyatukan bangsa melalui siaran-siarannya adalah salah satu faktor penting yang menjadikan kemerdekaan Indonesia dapat dipertahankan.***