nasional

Presiden Prabowo Perintahkan Kenaikan Pangkat Bagi Anggota Polri yang Terluka saat Amankan Demonstrasi

Senin, 1 September 2025 | 22:18 WIB
Presiden Prabowo saat berikan keterang pers di RS Bhayangkara (RRI)

KLIK SAJA - Presiden Prabowo Subianto dengan tegas memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat dan kesempatan sekolah karier bagi anggota kepolisian yang terluka saat mengamankan aksi demonstrasi beberapa hari lalu.

“Saya perintahkan mereka diberi penghargaan naik pangkat, masuk sekolah,” ujar Prabowo saat menjenguk korban di RS Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Presiden mendapati 43 orang mengalami luka-luka, dengan rincian 14 anggota Polri dan 3 warga sipil. Dari jumlah itu, 17 orang masih menjalani perawatan intensif.

Luka-luka yang dialami mulai dari lecet, memar, patah tulang hingga kerusakan ginjal.

Salah satu korban adalah seorang perempuan yang dianiaya saat hendak pergi ke pasar menggunakan motor. “Satu perempuan yang mau ke pasar naik motor, dipatahkan pahanya, dan motornya dirampas oleh perusuh,” jelas Prabowo.

Lebih memprihatinkan lagi, terdapat anggota polisi yang mengalami kerusakan ginjal akibat diinjak-injak massa. “Beliau sekarang harus cuci darah. Kalau perlu, akan kita cari solusi transplantasi. Kondisinya sangat berat,” ungkap Presiden.

Prabowo menegaskan, sebagai kepala pemerintahan ia wajib memberikan apresiasi kepada aparat yang berkorban demi menjaga keamanan negara.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pinta DPR dan Jajaran Pemerintah Dialog dengan Perwakilan Massa Demonstran

“Polisi siang malam menjaga keamanan di seluruh pelosok tanah air. Jangan lupakan pengorbanan mereka,” tegasnya.

Meski begitu, Prabowo tidak menutup mata jika ada kesalahan prosedur yang dilakukan aparat di lapangan.

“Kalau ada anggota yang keliru, akan diproses oleh Kapolri. Polisi sudah tegas menindak anggotanya sendiri,” tambahnya.

Di sisi lain, situasi nasional saat ini masih sangat sensitif. Gelombang demonstrasi yang meluas di berbagai daerah tidak bisa hanya dijawab dengan pendekatan keamanan semata.

Presiden Prabowo dituntut untuk lebih mencermati aspirasi dan tuntutan para demonstran, baik dari elemen mahasiswa maupun kelompok masyarakat marjinal.

Dialog terbuka dan keberanian pemerintah untuk mendengar suara rakyat diyakini akan menjadi jalan terbaik untuk meredam ketegangan.

Halaman:

Tags

Terkini