Di sisi lain, terdapat 5 sektor pertanian yang dapat dicermati. Hal tersebut berdasarkan data bertajuk "Statistik Terkini Ekonomi Pertanian' yang dirilis Kementan RI pada Mei 2025. Berikut ulasannya:
Situasi Terkini Ekspor-Impor Pertanian di 2025
Tercatat dalam statistik ekonomi pertanian yang dirilis Kementan RI, ekspor pertanian Indonesia pada Maret 2025 tercatat 3,68 juta ton dengan nilai mencapai Rp65,72 triliun.
Hal ini, turun 2,27 persen secara volume dari Februari 2025, namun naik 13,69 persen dibanding Maret 2024.
Sementara itu, impor pertanian turun menjadi 2,50 juta ton senilai Rp31,20 triliun, merosot 11,82 persen secara bulanan dan 37,60 persen secara tahunan.
Neraca perdagangan pertanian pada Maret 2025 mencatat, surplus volume sebesar 1,18 juta ton dan surplus nilai mencapai Rp34,30 triliun.
Secara kumulatif Januari–Maret 2025, total ekspor pertanian mencapai 10,32 juta ton senilai Rp181,14 triliun, sementara impor hanya 7,59 juta ton sebesar Rp93,59 triliun, sehingga surplus nilai perdagangan mencapai Rp87,55 triliun.
Terkait hal itu, terdapat ekspor-impor sub sektor pertanian yang juga tercatat dalam laporan Kementan RI terkini.
1. Perkebunan
Perkebunan menjadi motor utama ekspor dengan 3,58 juta ton senilai Rp62,29 triliun pada Maret 2025, naik 14,73 persen secara volume dan 51,42 persen secara nilai dibanding tahun 2024.
Baca Juga: Kisah Enih, Pelaku UMKM yang Sukses Kembangkan Usaha Berkat Program Rumah BUMN BRI
2. Tanaman Pangan
Tanaman pangan mencatat ekspor 14,66 ribu ton senilai Rp177,70 miliar dan impor 1,83 juta ton senilai Rp10,50 triliun pada Maret 2025, sehingga terjadi selisih minus Rp10,33 triliun.
3. Hortikultura