KLIK SaJA - Nama Sudewo, Bupati Pati, belakangan ini menjadi buah bibir masyarakat setelah mengeluarkan kebijakan kontroversial: menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen untuk tahun 2025.
Kenaikan ini diputuskan dalam pertemuan dengan para camat dan anggota Paguyuban Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Pati (Pasopati) di Pendopo Kabupaten Pati pada Minggu, 18 Mei 2025.
Menurut laman resmi Humas Kabupaten Pati, kebijakan tersebut diambil karena PBB di wilayah tersebut tidak mengalami penyesuaian selama 14 tahun. Namun, keputusan ini menuai reaksi keras dari masyarakat.
Meski demikian, Sudewo menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi protes. “Jangan cuma 5.000 orang, 50.000 pun suruh ngerahkan, saya tidak akan gentar,” ucapnya lantang.
Sontak pernyataan kontroversialnya menimbulkan reaksi keras dari warga Kabupaten Pati, yang langsung melakukan protes secara besar-besaran.
Di tengah polemik tersebut, publik mulai menyoroti profil dan kekayaan pribadi Sudewo. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per April 2025, Sudewo tercatat memiliki kekayaan mencapai Rp31,5 miliar.
Aset kendaraan mewahnya saja ditaksir mencapai Rp6,3 miliar. Di garasinya terparkir deretan mobil mewah seperti Toyota Alphard, BMW X5, Toyota Land Cruiser, hingga Jeep Pajero Sport. Ia juga memiliki dua unit sepeda motor.
Selain itu, Sudewo menguasai 31 bidang tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp17 miliar, tersebar di berbagai kota seperti Pati, Surakarta, Yogyakarta, Bogor, Depok, dan Pacitan. Ia juga memiliki surat berharga senilai Rp5,39 miliar dan kas Rp1,9 miliar.
Menariknya, Sudewo tercatat tidak memiliki utang sama sekali.
Dilahirkan di Pati, Jawa Tengah, pada 11 Oktober 1968, Sudewo menyelesaikan pendidikan teknik sipil di Universitas Sebelas Maret (S1) dan melanjutkan S2 Teknik Pembangunan di Universitas Diponegoro.
Ia memiliki latar belakang panjang di dunia teknik dan organisasi, termasuk sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UNS, hingga Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra sejak 2019.
Sebelum menjadi Bupati Pati sejak 20 Februari 2025, Sudewo pernah menjajal peruntungan di Pilkada Karanganyar 2002 namun gagal.
Kini, ia memimpin Kabupaten Pati didampingi Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra, di bawah dukungan empat partai: Gerindra, NasDem, PKB, dan PSI.
Di tengah ketegasan kebijakannya, pertanyaan yang mengemuka di tengah masyarakat adalah: apakah kenaikan PBB yang drastis ini benar-benar demi pembangunan daerah atau justru membebani rakyat kecil di tengah ekonomi yang belum sepenuhnya pulih?