Kisah wanita ini viral di media sosial, terutama Twitter, dan berhasil mencuri perhatian banyak netizen.
Bukan karena drama atau sensasi, tapi karena ketegaran dan semangatnya yang luar biasa.
Bayangkan, di usia 18 tahun, di mana banyak remaja putri masih sibuk memikirkan masa depan bersama pasangan impian, wanita ini harus menerima kenyataan pahit berpisah dari suaminya.
Sebuah pukulan telak yang mungkin sulit diterima oleh siapapun, apalagi di usia yang masih sangat muda dan penuh gejolak emosi.
Tapi, apa yang terjadi selanjutnya justru membuat kita semua salut dan termotivasi.
Pembahasan
Kita semua tahu, perceraian itu bukan hal yang mudah.
Apalagi di usia muda, di mana mental dan emosi mungkin belum sepenuhnya matang untuk menghadapi tekanan seberat itu.
Biasanya, setelah perceraian, apalagi di usia muda, orang-orang akan sering mendengar bisikan-bisikan seperti "pasti sebentar lagi juga nikah lagi" atau "ah, paling cuma butuh sebulan untuk move on".
Stereotip semacam ini seringkali jadi beban tambahan bagi mereka yang sedang berjuang menyembuhkan luka hati.
Tapi, wanita ini membuktikan bahwa dia berbeda.
Dia memilih jalannya sendiri, jalan yang mungkin tidak populer, tapi penuh makna dan tujuan.
Setelah 8 tahun berlalu sejak perceraiannya, wanita ini masih memilih untuk sendiri.