nasional

4 Santri Gontor Magelang Meninggal Setelah Tertimpa Tembok Tandon Air yang Runtuh, Puluhan Lainnya Luka-Luka

Minggu, 27 April 2025 | 13:23 WIB
kondisi tembok tandon air yang runtuh menimpa beberapa santri Gontor Magelang (Promedia)

KLIK SAJA - Tragedi naas melanda Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor di Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jumat (25/4/2025).

Sebuah tembok penyangga tandon air secara mendadak roboh, menimpa puluhan santri yang tengah mengantri untuk mandi menjelang ibadah Salat Jumat.

Imbas insiden ini, empat santri dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara 25 lainnya mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat.

Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pondok pesantren serta masyarakat sekitar.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa peristiwa itu berlangsung sangat cepat. Banyak santri tidak sempat menghindar akibat kondisi lorong yang sempit.

"Kejadian sangat cepat dan ada beberapa santri yang terhimpit tembok. Ada yang langsung meninggal dunia di tempat karena ruang di lorong sangat sempit," ungkap Budiono dalam keterangannya, Sabtu (26/4/2025).

Begitu mendapat laporan, Kantor SAR Semarang segera mengerahkan tim penyelamat, dibantu puluhan relawan dari Damkar Muntilan, Sarda Jateng, PMI, TNI, dan Polri.

Basarnas turut menerjunkan peralatan urban search and rescue (SAR) yang dirancang untuk menangani bangunan runtuh.

Proses evakuasi berjalan sangat menantang. Kondisi tembok yang masih labil serta lorong sempit memaksa tim SAR bekerja ekstra hati-hati. Untuk mencegah tembok runtuh lebih lanjut, tim mengikat reruntuhan menggunakan mobil 4x4 milik anggota Indonesia Off-road Federation (IOF).

Setelah berjuang selama hampir 12 jam, seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi. Korban terakhir yang ditemukan dalam kondisi terjepit di antara reruntuhan, memerlukan waktu hingga 3,5 jam untuk dievakuasi dengan aman.

Secara keseluruhan, jumlah korban dalam kejadian ini mencapai 29 orang.

Dari jumlah tersebut 20 korban berhasil menyelamatkan diri secara mandiri, 5 korban dievakuasi dalam kondisi luka sedang hingga berat dan 4 santri dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh korban luka telah mendapat penanganan medis intensif di sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara itu, pihak pondok pesantren bersama aparat terkait tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti runtuhnya tembok tandon tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini