nasional

Paus Selanjutnya Dari Asia? Mengenal Kardinal Luis Antonio Gokim Tagle, Kandidat Paus Dari Filipina

Rabu, 23 April 2025 | 06:25 WIB
Kardinal Tagle saat bersama mendiang Paus Fransiskus pada suatu acara (pop)

KLIK SAJA - Apakah dunia sedang bersiap menyambut Paus pertama dari Asia? Pertanyaan ini mengemuka seiring dengan semakin dekatnya masa depan takhta Kepausan pasca wafatnya Paus Fransiskus.

Di tengah spekulasi, nama Kardinal Luis Antonio Gokim Tagle dari Filipina mencuat sebagai salah satu kandidat kuat yang dapat membawa suara Asia ke pusat Vatikan.

Hal ini cukup menarik, karena selama ini Paus didominasi dari negara Eropa, utamanya Italia, dan Paus Fransiskus sendiri adalah yang pertama dari Amerika Latin, bukan tak mungkin kepemimpinan selanjutnya berasal dari luar benua biru.

Kardinal Tagle bukanlah wajah baru dalam kepemimpinan Gereja Katolik.

Lahir di Manila, ia dikenal karena pendekatannya yang lembut, rendah hati, namun berani dalam menyuarakan keadilan sosial.

Pengalamannya sebagai Uskup Agung Manila dan kini sebagai Prefek Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa, menjadikannya sosok yang tidak hanya memahami dinamika pastoral umat Katolik, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang kebutuhan Gereja global.

Baca Juga: Bagaimana Transisi Kepemimpinan Gereja Katolik Selepas Wafatnya Paus Fransiskus

Hal yang membuat Tagle menonjol di antara para kardinal lainnya adalah pendekatan pastoralnya yang sangat mirip dengan Paus Fransiskus.

Ia dijuluki "Fransiskus dari Asia" karena kepeduliannya terhadap kaum marginal, pengungsi, dan isu-isu kemanusiaan.

Dalam sebuah pernyataan tahun 2015, ia bahkan meminta Gereja untuk mengevaluasi kembali sikap keras terhadap kaum gay, ibu tunggal, dan janda/duda—menunjukkan empati yang mendalam dan dorongan untuk menyambut semua umat dalam kasih dan belas kasihan.

Secara doktrinal, Tagle tetap teguh dalam ajaran Gereja: ia menentang aborsi dan eutanasia, mencerminkan posisi konservatif dalam hal kehidupan, namun dengan nada pengampunan yang kuat terhadap mereka yang berbeda atau telah jatuh.

Ini menjadikannya sosok moderat yang dihormati oleh berbagai spektrum dalam Gereja.

Filipina, sebagai negara Katolik terbesar di Asia dengan sekitar 80% penduduknya menganut Katolik, memainkan peran penting dalam geopolitik keagamaan.

Negara ini memiliki lima kardinal yang berpotensi menjadi faksi penting dalam Konklaf mendatang—jika mereka bersatu mendukung Tagle, kekuatan Asia bisa menjadi penentu dalam pemilihan Paus berikutnya.

Halaman:

Tags

Terkini