nasional

Digerus Isu Mega Korupsi, Dirut Pertamina Pasang Badan Buat Crisis Center

Selasa, 11 Maret 2025 | 21:42 WIB
Dirut Pertamina Simon Aloysius saat dengar pendapat di DPR soal kasus Pertamax oplosan (Okezone)

KLIK SAJA - Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan keseriusannya dalam menangani kasus dugaan mega korupsi yang melibatkan tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina.

Menghadapi situasi yang kian memanas, Simon mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk Crisis Center sebagai langkah responsif untuk mengintegrasikan informasi dan koordinasi lintas subholding.

Crisis Center ini dibekali dengan personel yang siaga untuk memonitor setiap eskalasi potensi risiko bisnis.

Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan Abang Ojol Diberi THR, Segini Nominal dan Tanggal Pembayarannya!

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam menangani kasus yang telah mencoreng nama Pertamina di mata publik.

“Tentunya walaupun kejadian ini terjadi sebelum era saya bergabung, namun sebagai pimpinan yang diberi amanah saat ini, ini adalah tanggung jawab saya juga. Dan tentunya saya hadir tampil untuk meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas kejadian yang tentunya sangat membawa kegaduhan di masyarakat,” ungkap Simon dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Selasa (11/3/2025).

Simon juga meminta kesempatan kedua bagi Pertamina untuk membuktikan diri sebagai perusahaan yang dapat bekerja lebih keras dan transparan.

Ia pun berkomitmen untuk memperbaiki citra Pertamina dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.

“Saya juga memberikan semangat dan jaminan kepada rakyat Indonesia bahwa di dalam Pertamina pun masih banyak sosok-sosok yang Merah Putih. Ini yang tentunya mau berjuang untuk kebaikan dan kemajuan Pertamina,” ungkapnya.

Selain fokus pada penanganan kasus korupsi, Simon juga menegaskan komitmennya untuk membersihkan praktik-praktik nakal di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Langkah ini diambil setelah banyak laporan dari konstituen Anggota Komisi VI DPR RI yang mengeluhkan ketidakdisiplinan sejumlah SPBU.

“Saya juga mengakui jujur banyak mendapat hujatan, saya terima sebagai bagian dari perbaikan kita. Banyak juga mendapat apresiasi, dukungan, dan laporan-laporan yang masuk terhadap beberapa praktik SPBU yang nakal,” ujar Simon.

Maka dari itu, Simon berencana menggandeng aparat penegak hukum guna menindak tegas praktik-praktik curang di SPBU.

Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap Pertamina sebagai perusahaan energi nasional yang mengutamakan kepentingan rakyat.

Halaman:

Tags

Terkini