nasional

Banjir Bandang di Jalur Pantura Batang: 6 Laju Kereta Api Terganggu hingga Kata BMKG Soal Puncak Musim Hujan di Jateng (1)

Jumat, 31 Januari 2025 | 15:25 WIB
Banjir Bandang di Jalur Pantura Batang: 6 Laju Kereta Api Terganggu hingga Kata BMKG Soal Puncak Musim Hujan di Jateng (1) (Potret banjir bandang di wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis, 30 Januari 2025. (X.com/@Jateng_Twit))

"KAI menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan yang terdampak, imbas terjadinya musibah ini," tandasnya.

Adapun 6 perjalanan kereta api yang sempat terganggu akibat genangan banjir di Batang, yakni meliputi:

KA Blambangan Ekspres (KA 185B) rute Ketapang - Pasar Senen
KA Kaligung (KA 195) rute Semarang Poncol - Brebes
KA Dharmawangsa (KA 131) rute Surabaya Pasar Turi - Pasar Senen
KA Argo Merbabu (KA 19F) rute Semarang Tawang Bank Jateng - Gambir
KA Tawang Jaya (KA 258) rute Pasar Senen - Semarang Poncol
KA Kaligung (KA 194) rute Tegal - Semarang Poncol

Baca Juga: Bagaimana Polisi Bisa Menemukan Potongan Jasad Korban Mutilasi Uswatun Khasanah di 3 Kota Berbeda?

Berkaca dari bencana banjir yang menggenangi wilayah Kabupaten Batang, baru-baru ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap seluruh wilayah Jateng telah memasuki musim hujan sejak Desember 2024.

Peringatan Cuaca Ekstrem di Seluruh Wilayah Jateng

Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan bahwa puncak musim hujan di Jawa Tengah diprediksi akan terjadi pada Januari hingga Februari 2025.

Sehubungan dengan hal ini, Dwikorita memberikan peringatan dini mengenai kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.

Baca Juga: Terungkap, Anak Jadi Penyebab Pelaku Mutilasi Uswatun Khasanah dan Buang Potongan Tubuhnya di 3 Kota Berbeda

“Sebagian besar daerah di Jawa Tengah akan mengalami puncak musim hujan hingga bulan Februari. Namun, puncak ini tidak terjadi secara bersamaan, melainkan berlangsung bertahap dari bulan November, Desember, Januari, hingga Februari,” jelas Dwikorita dalam Siaran Pers BMKG pada Rabu, 29 Januari 2025.

“Situasi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana, seperti yang telah terjadi di Pekalongan. Oleh karena itu, kami terus meningkatkan langkah-langkah antisipasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dwikorita menekankan bahwa curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat akan terjadi terutama di kawasan rawan bencana seperti Pekalongan, Batang, dan Boyolali. Pada wilayah tersebut, ancaman tanah longsor dan banjir bandang menjadi perhatian utama.

Selain itu, Kabupaten Boyolali, berada dalam kondisi kritis karena keberadaan jalur sungai di lereng Gunung Merbabu yang sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi.***

Halaman:

Tags

Terkini