Tubuh NN menunjukkan adanya kelainan fisik, dengan kaki yang bengkok serta terdapat banyak luka lebam di seluruh tubuhnya, yang diduga merupakan akibat dari kekerasan yang telah berlangsung cukup lama.
Warga yang menemukan NN segera mengambil gambar dan melaporkannya kepada kepala desa. Foto tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan menarik perhatian masyarakat.
Berdasarkan keterangan dari warga setempat, NN telah mengalami kekerasan fisik sejak ia berusia lima tahun.
Dugaan penyiksaan ini bahkan pernah dilaporkan ke polisi beberapa tahun lalu, tetapi tidak berlanjut karena kurangnya bukti dan keterbatasan korban dalam memberikan kesaksian.
Baca Juga: Survei Indikator: Gen Z Mendominasi jadi Kalangan Paling Puas dengan Kinerja Prabowo
Pengakuan Paman Korban
Keluarga NN membantah bahwa ada penyiksaan yang mengakibatkan kondisi fisiknya.
Pamannya, Piterson Nduru, menyatakan bahwa keadaan korban bukan disebabkan oleh kekerasan dari pihak keluarga, melainkan akibat perlakuan kasar yang diterima dari ayah kandungnya sejak kecil.
“Itu tidak benar. Ayahnya sering dalam keadaan mabuk dan memukul korban dengan kayu sejak dia berusia lima tahun setelah perceraian dengan ibunya,” kata Piterson.
Baca Juga: Prabowo Harap Gencatan Senjata di Palestina Bertahan
Dia juga menambahkan bahwa NN beberapa kali terjatuh dari tempat tidurnya, yang memperburuk keadaannya.
Meskipun keluarga sudah berupaya mencegah kekerasan dari ayah korban, mereka tidak dapat menghentikannya.
"Kami sudah berusaha melarang, tetapi dia keras kepala," tambahnya.
Upaya Penyelamatan dan Perlawanan Keluarga
Diketahui bahwa kedua orang tua NN telah bercerai dan merantau keluar Nias, sementara NN tinggal bersama kakek dan kerabat ayahnya.