KLIK SAJA - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah dimulai dan dilaksanakan di berbagai wilayah.
Dengan tujuan agar semua anak sekolah di Indonesia dapat menikmati program ini, dapur yang menyediakan makanan untuk MBG dikelola oleh masing-masing daerah.
Demikian pula, ide mengenai menu yang ditawarkan untuk MBG mengikuti saran dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala BGN menyatakan bahwa terdapat kemungkinan variasi menu di setiap daerah.
Baca Juga: Prabowo dan Modi Saksikan Pertukaran Lima MoU Kerjasama Indonesia-India, Kesehatan hingga Digital
Semuanya kembali kepada potensi alam di daerah masing-masing yang bisa untuk mendukung pelaksanaan MBG ini.
Peluang serangga hingga ulat sagu masuk menu MBG
Salah satu yang disebut sebagai peluang untuk masuk ke menu MBG menurut Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional adalah serangga hingga ulat sagu.
Hal tersebut berkaca pada kebiasaan makan di daerah tertentu.
Baca Juga: Prabowo Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan India untuk Indonesia di Keanggotaan BRICS
“Mungkin saja ada satu daerah suka makan serangga, belalang, ulat sagu, bisa jadi bagian protein,” kata Dadan saat hadir dalam acara Rapimnas Pira Gerindra pada Sabtu, 25 Januari 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta.
“Itu sala satu contoh ya, kalau ada daerah-daerah tertentu yang terbiasa makan seperti itu, bisa jadi menu di situ,” imbuhnya.
Bukan standar nasional dari BGN
Karena Indonesia merupakan negara yang terdiri dari banyak pulau, setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda. Dalam implementasi Menu Beragam dan Bergizi (MBG), tidak ada standar menu nasional yang ditetapkan.