nasional

Setelah Memicu Demo, Neni Herlina Akui Suda Berdamai dengan Menteri Satryo: Fine-fine Aja Sih Buat Kita

Kamis, 23 Januari 2025 | 18:59 WIB
Setelah Memicu Demo, Neni Herlina Akui Suda Berdamai dengan Menteri Satryo: Fine-fine Aja Sih Buat Kita (Neni Herlina, pegawai Kemendiktisaintek sudah berdamai dengan Menteri Satryo (instagram.com/nies08))

Pada hari Senin, 20 Januari 2025, sebanyak 235 pegawai dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Riset dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengenakan pakaian hitam untuk melakukan aksi protes. Mereka mengekspresikan ketidakpuasan terhadap pemecatan Neni, yang dianggap tidak sesuai dengan etika.

Neni menjelaskan bahwa pemecatannya disebabkan oleh sebuah perselisihan kecil mengenai penggantian meja kerja di kantor Menteri Satryo.

Ia menyatakan bahwa permintaan untuk mengganti meja tersebut berasal dari istri Satryo setelah pelantikan menteri berlangsung.

“Pada waktu itu, permintaan penggantian meja datang dari istrinya. Sejak saat itu, saya merasa sudah ‘ditandai’,” kata Neni.

Baca Juga: Dear Kluivert: Anggap Tekanan Warganet Sebagai Dukungan, Begini Sederet Hal yang Dirasakan STY Selama 5 Tahun Jadi Pelatih Garuda (2)

Ia juga mengaku dimarahi oleh Satryo terkait masalah tersebut dan diminta pindah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Bahkan, Satryo disebut mengungkapkan hal itu di depan staf dan pegawai magang.

“Beliau mengatakan hal itu di depan staf dan anak magang. Saya merasa itu sudah keterlaluan,” ungkap Neni.

DPR Akan Memanggil Menteri Satryo

Meski konflik antara Neni dan Menteri Satryo telah selesai, DPR Komisi X tetap akan memanggil Mendiktisaintek untuk rapat kerja (raker) pada Rabu, 22 Januari 2025.

Baca Juga: Kluivert Sebut Pemain Lokal Jadi 'Jantung' Garuda, Ini 5 Produk Asli Liga Indo yang Pernah Tampil Apik di Laga Fenomenal Kontra Arab Saudi!

Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, mengungkapkan bahwa raker tersebut bertujuan membahas evaluasi kinerja dan anggaran 2024 serta persiapan program kerja dan anggaran tahun 2025.

Namun, Hetifah tidak menutup kemungkinan bahwa rapat tersebut juga akan menyinggung masalah yang terjadi di internal Kemendiktisaintek, termasuk aksi demonstrasi ASN.

“Permasalahan internal, seperti aksi demonstrasi ASN, mungkin saja akan ditanyakan pada raker nanti,” ujar Hetifah.

Ia menyayangkan konflik di internal Kemendiktisaintek dan berharap kementerian tersebut segera melakukan evaluasi transparan serta membuka ruang dialog persuasif agar masalah tersebut tidak mengganggu pelayanan publik.

“Apapun masalahnya, Kemendiktisaintek harus segera melakukan evaluasi internal yang transparan dan independen untuk menelusuri kebenaran tuduhan terhadap Pak Satryo,” pungkas Hetifah.***

Halaman:

Tags

Terkini