nasional

10 Orang Tewas dan Puluhan Terluka Dalam Serangan Mobil di New Orleans, Diduga Terkait Gerakan ISIS

Kamis, 2 Januari 2025 | 05:30 WIB
Para petugas mengamankan lokasi kejadian di Bourbon Street, New Orleans (Reuters)

Ia juga tampaknya bekerja di bidang real estat, memegang lisensi yang berakhir pada tahun 2021.

Ia pun memiliki catatan kriminal, terkait dengan pelanggaran lalu lintas dan pencurian.

Presiden Universitas Georgia mengatakan salah satu mahasiswanya terluka kritis, sementara pemerintah Israel mengatakan dua warga negaranya termasuk di antara mereka yang terluka.

Polisi mengatakan tampaknya para korban sebagian besar adalah penduduk lokal New Orleans, meskipun banyak wisatawan yang berkunjung untuk merayakan Tahun Baru dan Sugar Bowl yang kini ditunda, bagian dari pertandingan play-off sepak bola Amerika tingkat perguruan tinggi.

Baca Juga: Israel Kepung RS Kamal Adwan dan RS Indonesia di Gaza Utara, Nyaris Sudah Tak Berfungsi

Serangan itu dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam di Caesar Superdome, yang tidak jauh dari lokasi serangan.

Lokasi kejadian adalah Bourbon Street, merupakan tempat hiburan malam dan tempat wisata terkenal yang dipenuhi dengan restoran, prostitusi, bar, dan klub malam.

Kawasan ini terkenal dengan perilaku warga dan turisnya yang berperilaku agak amoral, seperti berpakaian tak senonoh, mabuk-mabukan di jalan dan hal negatif lainnya.

Letaknya di dalam French Quarter, New Orleans, kawasan ramai yang menarik wisatawan dan penduduk lokal, terutama untuk merayakan Tahun Baru.

Kawasan ini didirikan oleh Prancis pada tahun 1718, dan bentuk jalan asli yang dirancang saat itu merupakan inti dari daya tarik pengunjung ke kota ini.

Setiap tahun, lebih dari satu juta orang berbondong-bondong ke karnaval dan parade Mardi Gras yang terkenal di musim semi, yang terkenal dengan rangkaian manik-manik warna-warni yang dikenakan oleh para pengunjung pesta.***

Halaman:

Tags

Terkini