nasional

Ngeri! Seorang Siswa Perempuan AS Lakukan Penembakan Massal di Sekolah, Tewaskan 2 Korban Jiwa

Selasa, 17 Desember 2024 | 08:50 WIB
Situasi penanganan petugas pada lokasi penembakan di sekolah (BBC)

KLIK SAJA - Seorang siswa melepaskan tembakan senjata api di sebuah sekolah Kristen swasta di negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat, melukai enam orang dan menewaskan seorang guru dan siswa remaja pada Senin (16/12/24).

Kepala Polisi Madison Shon Barnes sejauh ini menolak untuk mengidentifikasi penyerang atau jenis kelaminnya, tetapi media AS melaporkan penyerangnya adalah seorang wanita berusia 17 tahun.

Pihak berwenang berujar penyerang tersebut sedang berada di Sekolah Kristen Abundant Life sebelum melepaskan tembakan dan ditemukan tewas di tempat kejadian. 

Baca Juga: Israel Resmi Akan Menguasai Penuh Dataran Tinggi Golan, Walau Langgar Hukum Internasional

Dilaporkan enam siswa terluka, termasuk dua orang yang mengalami cedera yang mengancam jiwa.

Petugas menanggapi panggilan darurat 911 tentang penembakan di sekolah Kristen sekitar pukul 11:00 waktu setempat.

Penyerang tersebut menghadiri pembelajaran sekolah sebelum penembakan, ungkap petugas setempat.

Penembakan itu terbatas pada satu tempat, tetapi tidak jelas apakah itu terjadi di ruang kelas atau lorong.

Polisi mengatakan mereka menemukan penembak tewas saat mereka tiba di sekolah, bersama dengan pistol yang dipegangnya, walau tidak ada petugas yang melepaskan tembakan.

Pihak berwenang telah menghimbau para saksi yang melihat atau mendengar serangan tersebut untuk datang memberi keterangan kepada polisi, dan mereka berharap keterangan ini akan menjelaskan motif penyerangan.

Penembakan itu juga mengakibatkan respons besar dari petugas tanggap darurat, pejabat FBI juga menanggapi, begitu pula pejabat penegak hukum federal dan lokal lainnya.

Baca Juga: Mantan Striker Manchester City Ditunjuk Jadi Presiden Georgia Lewat Pemilihan Penuh Sengketa  

Diinformasikan Sekolah Kristen Abundant Life memiliki sekitar 400 siswa mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Pihak sekolah sangat tidak menyangka hal buruk ini bisa terjadi, karena mereka mengklaim memiliki sistem keamanan yang ketat.

Halaman:

Tags

Terkini