KLIK SAJA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan kondisi global yang dipenuhi dengan ketidakpastian akibat konflik geopolitik, terutama yang terjadi di Ukraina dan wilayah Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyampaikan harapannya akan adanya kemajuan positif, termasuk tercapainya gencatan senjata yang berkelanjutan di Gaza, Palestina.
“Kondisi geopolitik dunia saat ini sangat sensitif dan dapat dikatakan penuh ketidakpastian,” kata Prabowo dalam acara pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) di Jakarta pada hari Jumat, 29 November 2024.
Prabowo memberikan penghargaan terhadap munculnya tanda-tanda positif di kawasan Timur Tengah, seperti terjadinya gencatan senjata di Lebanon.
Baca Juga: Prabowo: Setiap Saya Keliling, Indonesia Disegani
Ia berharap bahwa langkah-langkah serupa dapat diterapkan di Gaza, Palestina, dengan tujuan untuk menghadirkan perdamaian yang sangat diperlukan di daerah tersebut.
“Kita berharap akan ada kemajuan juga di Gaza,” ujarnya.
Prabowo juga menekankan bahwa menjaga stabilitas dalam negeri Indonesia sangatlah penting, terutama di tengah ketidakpastian yang terjadi di tingkat global.
Dia memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional, termasuk keberhasilan pelaksanaan Pilkada serentak 2024 yang berlangsung dengan damai di berbagai daerah.
“Kita baru saja menyelesaikan Pilkada untuk kabupaten dan provinsi di seluruh Indonesia. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan tenang dan damai. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan ketahanan Indonesia sebagai negara berkembang dengan berbagai keberagaman dan tantangan.
Prabowo menyoroti pencapaian ekonomi Indonesia yang stabil, termasuk inflasi rendah dan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata dunia.
"Saya bangga, tiap saya keliling, sejak saya menteri pertahanan kita disegani. Kenapa? Negara besar kita, negara yang sudah membangun. Kita terkenal tidak pernah _default_," ujar Prabowo.