nasional

Menteri HAM, Natalius Pigai Beberkan Alasan Minta Tambah Anggaran 20 Trilliun

Kamis, 31 Oktober 2024 | 16:57 WIB
Menteri Natalius Pigai di Ruang Kerjanya (Law Justice)

KLIK SAJA - Beberapa waktu lalu, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius membuat heboh publik pada saat pidato awalnya menjabat sebagai menteri.

Dimana ia mengutarakan bahwa kementerian yang dipimpinnya membutuhkan tambahan anggaran hingga Rp 20 trilliun.

Angka fantastis ini tentunya membuat banyak publik bertanya-tanya, apa saja yang dianggarkan Kementerian HAM dengan jumlah sebesar itu.

Menteri Natalius Pigai pun akhirnya membeberkan, alasan dari usulan tambahan anggaran hingga Rp20 triliun.

Baca Juga: Wow! Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai Minta Dana Triliunan Untuk Tuntaskan Permasalahan HAM

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja perdana di Komisi XIII DPR membahas program kerja Kementerian HAM 2025.

Menurutnya, usulan tambahan anggaran Rp20 triliun tersebut untuk mendukung operasional penambahan staf di lingkungan Kementerian HAM.

Beliau berharap, Kementerian HAM dapat langsung bekerja optimal di awal tahun 2025 dengan dukungan anggaran baru.

"Saya sampaikan, kami membutuhkan dukungan anggaran 20 triliun. Saya hitung kekuatan personel saya yang ada sekarang 188 staf, dengan adanya struktur baru saya membutuhkan 2.544 staf ini, hanya dari dukungan gajinya berapa kita," ungkap Natalius di Ruang Rapat Komisi XIII, pada Kamis (31/10/2024).

Baca Juga: Menteri Maman: Kolaborasi UMKM Dapat Mendukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Menteri Natalius berujar, dengan perubahan nomenklatur berupa pemecahan Kemenkumham menjadi tiga menjadi hal wajar ada penambahan anggaran.

Ia mengatakan, permasalahan HAM akan lebih efektif dan efisien ditangani melalui Kementerian HAM dari sebelumnya Kemenkumham.

"Kalau staf 2.544 maka hanya untuk gaji dan tunjangan membutuhkan lebih dari Rp 1 triliun. Konsekuensi dari penambahan struktur dan organisasi dengan pegawai," ungkapnya.

"Maka hanya gaji dan tunjangan membutuhkan lebih dari Rp1,2 Triliun. Itu untuk gaji dan tunjangan staf belum untuk program atau biaya pembangunan," ucapnya.

Halaman:

Tags

Terkini