Dengan demikian, masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi.
Pentingnya pendidikan antikorupsi juga menjadi sorotan Ragil.
Ia berpendapat bahwa pendidikan sejak dini tentang nilai-nilai kejujuran dan integritas harus ditanamkan kepada generasi muda.
“Kita harus membangun budaya anti-korupsi dari akar rumput,” ujarnya.
Baca Juga: Kemeriahan Festival Indonesia di Pantai Australia, Kenalkan Budaya Nusantara
Ragil berharap agar komitmen Presiden Prabowo dapat diteruskan dengan tindakan nyata dan bukan hanya sekadar wacana.
Ia percaya bahwa dengan adanya ketegasan dan konsistensi dari pemimpin, harapan untuk mengurangi tingkat korupsi di Indonesia bisa tercapai.
Adapun, Ragil menyoroti beberapa kesempatan Prabowo mengingatkan tentang antikorupsi, termasuk saat mengatakan bahwa ikan busuk berawal dari kepalanya yang kembali diulangnya saat menyampaikan pengarahan di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah pada 25-27 Oktober lalu.
Bahkan, Prabowo juga tak segan meminta para jajarannya untuk mundur apabila tidak memiliki visi dan misi antikorupsi yang sama.
“Penekanan sikap antikorupsi ini sebagai bentuk “komitmen politik” Prabowo dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean government),” ujar Ragil.***