“Persiapan saya ini kan orang yang kerja di HAM, jadi nggak sesuatu yang baru bagi saya, itu normal saja semuanya,” jelas Natalius Pigai.
Aktivis hak asasi manusia tersebut juga yakin bahwa sebagai pekerja lapangan di bidang HAM, ia dapat membangun sesuatu yang besar di kementeriannya.
Pada tanggal 21 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik para menteri untuk Kabinet Merah Putih.
Pelantikan ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dan menjadi momen penting dalam sejarah pemerintahan Indonesia.
Baca Juga: Loker Mandor Produksi di PT Tong Tji Tanpa Batasan Usia Syarat Pendidikan Minimal SMA SMK
Dalam pelantikan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antara kementerian untuk mencapai visi dan misi pemerintahan yang telah ditetapkan.
Salah satu tokoh yang menarik perhatian adalah Natalius Pigai, yang dilantik sebagai Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia untuk periode 2024-2029.
Pigai dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia yang memiliki rekam jejak panjang dalam memperjuangkan keadilan sosial.
Dengan latar belakang tersebut, harapannya adalah ia dapat membawa perubahan positif dalam kebijakan HAM di Indonesia.
Baca Juga: Rest in Peace Om Rudy William Keltjes, Franz Beckenbauer-nya Indonesia
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa setiap menteri harus bekerja keras dan berkomitmen untuk melayani rakyat.
Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tindakan pemerintah.
Pelantikan ini diharapkan dapat membawa semangat baru bagi kabinet dan masyarakat.
Menteri-menteri lain yang dilantik juga berasal dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, pengusaha, dan aktivis.
Keberagaman ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang baik dalam pengambilan keputusan.