Bus Listrik PO Borneo Trans Resmi Meluncur, Pakai Bodi Tentrem Avante H7 dan Baterai 350 kW

photo author
- Kamis, 28 Mei 2026 | 11:52 WIB
Bus Listrik PO Borneo Trans Resmi Meluncur, Pakai Bodi Tentrem Avante H7 dan Baterai 350 kW (Ilustrasi gambar )
Bus Listrik PO Borneo Trans Resmi Meluncur, Pakai Bodi Tentrem Avante H7 dan Baterai 350 kW (Ilustrasi gambar )

KLIK SAJA - Perusahaan Otobus (PO) Borneo Trans resmi memperkenalkan armada bus listrik murni terbaru untuk layanan antarkota antarprovinsi (AKAP) pada Senin, 25 Mei 2026.

Kehadiran armada ini menjadi salah satu langkah baru dalam pengembangan transportasi darat ramah lingkungan di Indonesia.

Berbeda dengan kebanyakan bus listrik yang selama ini digunakan untuk transportasi perkotaan, unit milik PO Borneo Trans dirancang khusus untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.

Bus tersebut menggunakan bodi Avante H7 Single Glass garapan Karoseri Tentrem dengan desain modern namun tetap mempertahankan tampilan khas bus AKAP konvensional.

Direktur Utama Karoseri Tentrem, Yohan Wahyudi, menyebut pengoperasian bus listrik ini dilakukan setelah melalui berbagai evaluasi terkait efisiensi operasional jangka panjang.

Selain lebih ramah lingkungan, bus listrik juga dinilai memiliki tingkat kenyamanan lebih tinggi karena minim getaran dan suara mesin.

“Bus listrik menawarkan kenyamanan tingkat tinggi, minim getaran, dan tingkat kebisingan sangat rendah,” ujar Yohan Wahyudi.

Baca Juga: Resmikan Klinik Mediska, KAI Daop 7 Madiun Gelar Donor Darah Bersama PMI dan Kumpulkan 35 Kantong Darah

Gunakan Baterai 350 kW dengan Jarak Tempuh 300 Kilometer

Pengembangan armada bus listrik PO Borneo Trans dilakukan bersama INVI sebagai penyedia ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Kerja sama tersebut mencakup studi pola operasi, survei rute, pengadaan stasiun pengisian daya, hingga pemilihan kombinasi sasis dan bodi kendaraan.

Sasis bus listrik tersebut dibekali baterai berkapasitas 350 kW yang diklaim mampu menempuh perjalanan hingga sekitar 300 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Perhitungan jarak tempuh dilakukan dengan batas aman penggunaan baterai dari kondisi 100 persen hingga tersisa sekitar 20 persen.

Penempatan modul baterai berada di bagian kolong bawah bus untuk membantu menjaga distribusi bobot kendaraan tetap stabil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X