Bantuan Logistik Lamban Pasca Bencana Banjir, Oknum Warga Sibolga Jarah Gudang Bulog

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 1 Desember 2025 | 10:01 WIB
sejumlah oknum warga Sibolga menjarah Gudang Bulog (mediagramindo)
sejumlah oknum warga Sibolga menjarah Gudang Bulog (mediagramindo)

KLIK SAJA - Situasi pelik dan genting yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga akibat banjir serta tanah longsor mendorong sejumlah oknum warga menjarah gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) pada Sabtu (29/11/2025).

Dugaan sementara, aksi tersebut terjadi karena bantuan logistik dari pemerintah terlambat tiba di sejumlah wilayah yang terisolasi.

Di media sosial juga beredar video warga Tapteng yang menjarah minimarket untuk mencari bahan makanan.

Menanggapi hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan penjelasan terkait dugaan penjarahan di gudang Bulog di Tapteng dan Sibolga.

Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, membenarkan bahwa warga mengambil beras di gudang Bulog.

Namun, ia menegaskan bahwa proses tersebut dilakukan dengan pengawasan aparat dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda).

“Memang sempat terjadi. Hari ini masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah mengambil beras di gudang Bulog. Kemudian Forkopimda, Pak Kapolda, dan Pak Pangdam datang ke lokasi untuk mengatur,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers daring melalui YouTube BNPB, Minggu (30/11/2025).

Sebelumnya, beredar video yang menunjukkan aksi pengambilan paksa tidak hanya di gudang Bulog, tetapi juga di sejumlah minimarket.

Pihak Bulog membenarkan bahwa stok pangan mereka diambil warga akibat situasi darurat pascabencana.

Baca Juga: WALHI: Ada Tujuh Perusahaan Penyebab Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Tapanuli, Imbas Eksploitasi Hutan Berlebihan

Suharyanto menjelaskan bahwa beras di gudang Bulog sebenarnya dibagikan kepada warga secara menyeluruh tanpa ada unsur kekerasan.

“Tidak ada kekerasan ataupun paksaan. Warga yang datang rata-rata ibu-ibu, dan situasinya juga berakhir kondusif. Ada videonya, silakan nanti diakses,” katanya.

Menurutnya, mayoritas warga yang mengambil beras adalah perempuan yang membutuhkan bahan pangan mendesak.

Kejadian ini dipicu keterisolasian wilayah dan terbatasnya suplai logistik sejak bencana hidrometeorologi melanda kawasan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X