BPOM Bakal Cabut Produk Vape yang Mengandung Ketamin

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 19:38 WIB
penggunaan Vape (alo dokter)
penggunaan Vape (alo dokter)

KLIK SAJA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengonfirmasi adanya temuan ketamin dalam sejumlah produk rokok elektrik atau vape.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa ketamin termasuk obat dengan fungsi medis tertentu, namun penggunaannya diawasi ketat karena rawan disalahgunakan.

“Ketamin sejatinya adalah obat bius dengan fungsi medis, misalnya untuk pereda nyeri. Namun dalam praktiknya, sering disalahgunakan untuk kebutuhan non-medis, termasuk dalam aktivitas seperti pembuatan tato,” kata Taruna di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Rabu (27/8/2025).

Taruna menambahkan, belakangan ketamin bahkan ditemukan dicampurkan ke dalam cairan vape, diduga untuk memberi aroma atau efek tertentu.

Karena itu, BPOM memperbarui regulasi dengan memasukkan ketamin ke dalam kategori obat-obat tertentu, sehingga penggunaannya bisa diawasi lebih ketat dan penyalahgunaannya dapat ditindak secara hukum.

“Dengan aturan baru ini, BPOM punya kewenangan menindak penyalahgunaan ketamin, termasuk bila ditemukan dalam produk konsumen seperti vape,” ujarnya.

Taruna menjelaskan, pengawasan terhadap produk rokok, termasuk vape, memang menjadi ranah BPOM pada aspek tertentu. Salah satunya terkait iklan, label, dan peringatan kesehatan yang wajib dicantumkan pada kemasan.

“Misalnya tulisan ‘rokok membahayakan kesehatan’ di bungkus rokok, itu domain BPOM. Termasuk juga pengujian kadar zat yang diizinkan,” jelasnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa langkah BPOM tidak dimaksudkan untuk membatasi produk vape semata. Fokus utama adalah melindungi masyarakat dari zat berbahaya, seperti ketamin, yang tidak seharusnya ada dalam produk konsumsi.

“Badan POM punya otoritas bukan karena rokok atau vapenya, melainkan karena adanya zat berbahaya di dalamnya,” tegas Taruna.

Temuan BPOM ini sejalan dengan pengungkapan kasus oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebelumnya, BNN menyita 1.800 unit vape yang siap disuntik zat adiktif ketamin dan etomidate. Barang tersebut akan diedarkan melalui jasa kantor pos.

“Jumlahnya memang tidak banyak, hanya 1.800 unit. Tapi bagi saya itu berarti ada 1.800 orang yang bisa terdampak,” kata Kepala BNN RI, Komjen Marthinus Hukom, Jumat (22/8/2025).

Penyelidikan lanjutan mengungkap adanya laboratorium klandestin yang diduga menjadi tempat produksi atau modifikasi vape tersebut.

Temuan ini memperkuat dugaan adanya jaringan produksi ilegal yang terorganisir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X