KLIK SAJA – Baru-baru ini Kota Salem, Massachussets di Amerika Serikat dengan Aceh sedang bernostalgia ria tapi penuh pertentangan, kok bisa?
Pemerintah kota Salem berencana ingin merubah lambang kotanya yang dinilai tidak sesuai filosofi kotanya secara kekinian.
Namun uniknya, perihal ini justru mengusik warga Aceh, dimana Gubernur Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, justru menolaknya, mengapa?
Usut punya usut, ternyata lambang kota Salem ternyata memuat gambar seorang pria Aceh dari abad 18.
Lambang kota ini menampilkan seorang pedagang berpakaian jubah berwarna-warni berdiri di samping pohon-pohon palem di sebuah pulau, dengan latar belakang kapal layar yang sedang berlayar penuh.
Desain ini sebenarnya merepresentasikan sejarah perdagangan rempah-rempah Salem yang sempat maju di akhir abad 18 hingga abad 19, dan merupakan era lonjakan ekonomi secara drastis kota pelabuhan ini.
Sosok pedagang yang ditampilkan dalam lambang tersebut bukanlah pedagang dari Salem, melainkan penduduk lokal dari Sumatra atau Aceh, tempat perdagangan rempah-rempah dengan Salem pertama kali dibuka.
Secara bentuk ilustrasi gambar, sebenarnya sang desainer sangat salah merepresentasikan sosok orang Aceh dalam lambang tersebut, karena atributnya terkesan lebih ke orang Tionghoa.
Namun, entah bagaimana sudah kadung dianggap bahwa orang Aceh mirip orang Tionghoa pada masa itu oleh warga Amerika Serikat.
Di bawah gambar tersebut terdapat tulisan Latin “Divitis Indiae usque sinum” yang berarti “Hingga pelabuhan paling jauh di timur yang kaya.”
Di bagian atas lambang terdapat gambar burung merpati yang membawa ranting zaitun, melambangkan sebutan Salem sebagai “Kota Perdamaian.”
Lambang ini juga mencantumkan dua tahun penting: 1626, saat kota Salem didirikan, dan 1836, ketika Salem secara resmi menjadi kota (city).
Perdagangan rempah-rempah Salem dimulai ketika Kapten Jonathan Carnes menjadi orang pertama yang kembali ke Amerika Serikat dengan muatan lada hitam dalam jumlah besar dari Sumatra.
Pada tahun 1793, Carnes mengetahui bahwa lada liar dapat ditemukan di sepanjang pesisir Sumatra.