Musisi Jenaka dan Penyiar Radio, Gustiwiw Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 15 Juni 2025 | 11:33 WIB
Gustiwiwi saat sedang di atas panggung (promedia)
Gustiwiwi saat sedang di atas panggung (promedia)

KLIK SAJA - Dunia musik Indonesia kembali kehilangan sosok muda penuh talenta. Gusti Irwan Wibowo, yang lebih dikenal sebagai Gustiwiw, meninggal dunia pada usia 26 tahun, Minggu, 15 Juni 2025.

Kabar duka ini datang secara mendadak dan mengejutkan banyak pihak, mengingat Gustiwiw masih terlihat aktif di media sosial hingga beberapa jam sebelum kepergiannya.

Dikenal luas sebagai musisi nyleneh dengan gaya yang tidak biasa, Gustiwiw berhasil mencuri perhatian publik melalui penampilan nyentrik dan lirik-lirik lagunya yang jenaka, namun tetap penuh makna.

Dengan tubuh tambun, rambut gondrong, kacamata tebal, serta ukulele yang nyaris tak pernah lepas dari tangannya, Gustiwiw mampu menghidupkan suasana di panggung musik maupun siaran radio.

Ia bukan hanya menghibur, tapi juga menghadirkan warna baru dalam musik pop Indonesia.

Kabar kepergian Gustiwiw disampaikan oleh radio tempat ia bekerja, Jak10FM, melalui unggahan Instagram mereka:

“Rest in love @gustiwiw (penyiar Gen FM & musisi). Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Gusti Irwan Wibowo meninggal dunia.”

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kematian Gustiwiw belum diketahui secara pasti. Pihak keluarga maupun kerabat belum memberikan keterangan resmi.

 Meski demikian, ucapan belasungkawa terus mengalir di kolom komentar akun Instagram pribadinya, menandakan betapa besar dampak sosok ini di mata publik.

Lahir di Bekasi pada 28 November 1999, Gustiwiw mewarisi darah seni dari sang ayah, Timur Priyono, seorang musisi dan penulis lagu yang pernah memproduseri banyak musisi ternama.

Gustiwiw sendiri aktif sebagai pencipta lagu, penyanyi, dan penata musik. Di balik kesan jenaka yang melekat pada dirinya, Gustiwiw adalah pekerja seni serius dengan portofolio karya yang luas.

Beberapa lagu yang pernah ia ciptakan atau aransemen antara lain “Pertanyaan,” “Diculik Cinta,” “Icik Icik Bum Bum,” hingga kolaborasi dengan Ardhito Pramono dalam “Rasa-Rasanya” dan “Mula”.

Tak hanya itu, ia juga pernah bekerja di balik layar untuk sejumlah musisi muda seperti Jebung, Alsa Aqilah, Gia Sabila, dan Nadin Amizah.

Kepiawaiannya dalam menata musik menjadikannya figur penting dalam perkembangan musik alternatif dan indie tanah air.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X