KLIK SAJA - Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, membantah kabar mengenai kerusakan lingkungan di Pulau Gag, Raja Ampat, yang diduga akibat aktivitas tambang nikel PT Gag Nikel.
Pernyataan tersebut disampaikan Elisa Kambu setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pada Sabtu, 7 Juni 2025.
Dalam konferensi pers, Kambu menjelaskan bahwa kondisi perairan di Pulau Gag tidak seperti yang digambarkan dalam video viral yang menampilkan laut berwarna cokelat.
"Tadi kita sampai Pulau Gag, dari video yang ramai itu kan, laut itu kan coklat, ya.
Baca Juga: Anthony Reid, Sejarawan Pakar Asia Tenggara Tutup Usia
Tapi tadi ke sana biru (air laut)," ujarnya kepada wartawan.
Lebih lanjut, Kambu menekankan bahwa kegiatan pertambangan yang dilakukan telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Ia juga menyampaikan adanya praktik reboisasi dan reklamasi sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap lingkungan.
Baca Juga: Teruntuk Warga Banjarmasin! Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Kota Banjarmasin Bulan Juni 2025
Kerjanya dia (perusahaan) sudah eksplorasi, sudah direboisasi sampai reklamasi. Kewajiban itu sudah dipenuhi," jelasnya.
Lebih jauh, Kambu menyimpulkan bahwa tuduhan soalkerusakan lingkungan di Pulau Gag tidak berdasar.
"Jadi, pemberitaan itu adalah hoaks. Kita pastikan video itu bukan dari Pulau Gag, mungkin dari tempat lain. Mereka ambil di mana kita tidak tahu," ungkapnya.***
Artikel Terkait
Informasi Warga Karannganyar! Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Wilayah Karanganyar Bulan Juni 2025
Bos Sritex Iwan Lukminto Resmi Dicekal oleh Kejagung Selama 6 Bulan
Cek Harga dan Spesifikasi Jam Tangan Rolex Hadiah Pemberian Presiden Prabowo Kepada Punggawa Timnas Indonesia
Wow! Harta Kekayaan Deddy Corbuzier Hampir 1 Triliun Saat Lapor LHKPN
Telusur Perizinan 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat